Kementan Targetkan Bongkar Ratoon di Gresik Capai 350 Hektare
Bongkar ratoon sendiri merupakan proses membongkar tanaman tebu yang sudah tiga kali kepras/panen karena produktivitasnya turun, sehingga dilakukan penanaman benih baru.
GRESIK, SJP - Pemerintah melakukan percepatan program bongkar ratoon dengan target 75 ribu hektare tebu untuk wilayah Jawa Timur (Jatim), sebagai upaya memaksimalkan produksi tebu menuju swasembada gula. Di Kabupaten Gresik, usulan alokasi program tersebut mencapai 31 hektare hingga akhir tahun 2025.
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri, mengatakan usulan dari Kabupaten Gresik ini akan diperluas mencapai 350 hektar di tahun 2026.
"Jadi diharapkan, kalau tahun ini bisa terlaksana dengan baik. Maka tahun depan bisa lebih luas lagi seperti itu. Tujuannya peningkatan produktivitasnya," kata Kuntoro, seusai menghadiri rapat koordinasi kegiatan bongkar ratoon dalam rangka percepatan swasembada gula di Kantor Bupati Gresik, Jumat (31/10/2025).
Kuntoro menjelaskan, kondisi tanaman tebu di Kabupaten Gresik, memang sepantasnya untuk dilakukan bongkar ratoon. Sebab, kata dia, secara umum tanaman tebunya sudah di atas lima kali tebang atau lima tahun. Menurut dia, untuk meningkatkan produksi tanaman tebu kembali harus dilakukan bongkar ratoon.
Bongkar ratoon sendiri merupakan proses membongkar tanaman tebu yang sudah tiga kali kepras/panen karena produktivitasnya turun, sehingga dilakukan penanaman benih baru.
"Jadi kalau pertanaman baru produktivitasnya nanti akan kembali lagi tinggi. Karena setelah umur 3 atau 4 tahun itu, biasanya produktivitasnya akan turun sekitar 20-30 persen," jelasnya.
Dalam program bongkar ratoon Area Pelyanan Terpadu (APT) Kementrian Pertanian ini, para petani akan mendapatkan 60 ribu mata tunas tebu per hektar. Ditambah, petani mendapat 40 hari ongkos kerja (HOK) per hektar. Kementrian Pertanian memberikan target untuk peningkatan produksi guna mencapai swasembada gula.
"Kita ingin mencapai target 3 juta ton gula konsumsi tahun ini untuk swasembada gula," paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, menyampaikan dukungannya terhadap program bongkar ratoon oleh Kementerian Pertanian ini. Diperkirakan pelaksanaan program ini akan dimulai akhir November 2025.
"Menunggu droping mata tunas tebu datang dari Kementerian Pertanian," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

