Kemensos Salurkan Bantuan Usaha untuk Kampung Inklusif di Trenggalek

Kampung Inklusif Trenggalek menjadi perhatian berbagai pihak karena dianggap sebagai model pemberdayaan difabel yang patut dicontoh. Di kampung ini, para penyandang disabilitas hidup berdampingan, menjalani kehidupan mandiri, dan menjalankan berbagai kegiatan usaha produktif.

23 Jun 2025 - 21:46
Kemensos Salurkan Bantuan Usaha untuk Kampung Inklusif di Trenggalek
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf (kiri), menyerahkan bantuan modal usaha kepada warga Kampung Inklusif. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan sejumlah bantuan usaha kepada warga Kampung Inklusif di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas yang tinggal di kawasan tersebut.

Kampung Inklusif Trenggalek menjadi perhatian berbagai pihak karena dianggap sebagai model pemberdayaan difabel yang patut dicontoh. Di kampung ini, para penyandang disabilitas hidup berdampingan, menjalani kehidupan mandiri, dan menjalankan berbagai kegiatan usaha produktif.

Paket bantuan usaha dari Kemensos diharapkan dapat menunjang keberlangsungan usaha para difabel dan memperkuat perekonomian mereka. Penyaluran bantuan ini disampaikan langsung oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, saat mengunjungi kampung tersebut pada Senin, 23 Juni 2025.

"Kita membantu sekitar 22 penerima manfaat, satu orang sebesar Rp3 juta, sehingga kita membantu Rp66 juta. Kemensos bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk mengangkat potensi-potensi yang ada di Kabupaten Tenggalek," ujar Fatma Saifullah Yusuf.

Fatma menyebutkan bahwa pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas harus menjadi prioritas agar mereka bisa hidup layak tanpa bergantung pada orang lain. Bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya konkret Kemensos dalam mendukung komunitas inklusif.

Kampung Inklusif di Trenggalek dihuni oleh berbagai kelompok disabilitas, seperti tunarungu, tunanetra, dan tunadaksa. Selain sebagai tempat tinggal, kawasan ini juga menjadi ruang untuk para difabel menjalankan usaha seperti salon, toko kelontong, percetakan, hingga produksi batik.

"Saya bangga, disini ada rumah-rumah yang sudah dan sedang dibangun, dan ini nanti insyaallah kalo misalnya memang teman-teman difabel ini mampu untuk membelinya secara mencicil, sehingga kelak suatu saat bisa memiliki rumah ini secara pribadi," harap Fatma.

Sementara itu, ketua Yayasan Naema, Taryaningsih yang menaungi Kampung Inklusif, mengungkapkan bahwa meskipun memiliki keterbatasan fisik, para penyandang disabilitas di kampung tersebut memiliki semangat juang tinggi. Mereka tidak hanya tinggal, tetapi juga berwirausaha dengan gigih untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah, Kampung Inklusif Trenggalek diharapkan bisa menjadi inspirasi nasional dalam menciptakan lingkungan ramah disabilitas yang memberdayakan dan berkelanjutan.

"Tanpa pendampingan, tanpa masyarakatnya menjadi masyarakat yang inklusif, tanpa pemerintah hadir menjadi inklusif, ini tidak akan bisa berjalan. Jadi semua memang harus bergerak bersama untuk lebih inklusif, ini baru bisa," paparnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow