Dua Teror Bom Tidak Terbukti, PPIH Surabaya Minta Jemaah Haji Tetap Tenang dan Percaya Prosedur Keamanan

Dua pesawat Saudia Airlines yang membawa jemaah haji Indonesia diteror bom, PPIH Surabaya imbau seluruh jemaah tetap tenang karena situasi telah tertangani dan dinyatakan aman.

23 Jun 2025 - 22:17
Dua Teror Bom Tidak Terbukti, PPIH Surabaya Minta Jemaah Haji Tetap Tenang dan Percaya Prosedur Keamanan
Kloter SUB-33 asal Jember yang sempat tertahan di Medan akibat ancaman bom pada pesawat yang ditumpangi (PPIH Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mengimbau seluruh jemaah haji yang masih dalam proses pemulangan ke Tanah Air agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang belum terverifikasi. 

Imbauan ini disampaikan menyusul dua kasus ancaman bom yang sempat dialami pesawat Saudia Airlines pengangkut jemaah haji Indonesia dalam sepekan terakhir.

Ancaman pertama terjadi pada Senin (17/6/2025), saat pesawat Saudia Airlines SV-5276 yang membawa jemaah haji Kloter 12 Embarkasi Jakarta (JKS-12) dialihkan ke Bandara Kualanamu, Medan, akibat adanya email anonim berisi teror bom. 

Tidak lama usai kasus yang menimpa SV-5276 terkendali, ancaman kembali terjadi pada Sabtu (21/6/2025), kali ini menyasar pesawat Saudia Airlines SVA-5688 yang mengangkut Kloter SUB-33 asal Kabupaten Jember, yang juga mendarat darurat di Kualanamu karena mendapat ancaman serupa melalui jaringan komunikasi suara.

Proses Evakuasi Aman dan Jemaah Tidak Trauma

Meski sempat tertahan di Medan selama satu malam, seluruh jemaah Kloter SUB-33 tiba dengan selamat di Asrama Haji Surabaya pada Minggu, (22/6/2025) pukul 07.50 WIB. 

Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo, memastikan bahwa proses evakuasi dan penanganan berjalan lancar, serta tidak menimbulkan trauma bagi para jemaah.

"Alhamdulillah, seluruh jamaah haji Kloter 33 telah tiba di Surabaya dalam keadaan sehat. Kami memastikan mereka mendapatkan perawatan dan pendampingan yang dibutuhkan," ucap Sugiyo, Senin (23/6/2025).

Selama berada di Medan, para jemaah mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pihak maskapai dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Para jemaah diinapkan di hotel dan dijamu sebelum kembali diterbangkan ke Surabaya.

"Tidak ada yang trauma. Para jemaah justru merasa senang karena sambutan dari pihak Saudia Airlines dan Gubernur Sumut sangat luar biasa. Mereka dijamu dan menginap di hotel dengan sangat baik. Ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka," ujar Sugiyo.

Imbauan untuk Tetap Tenang

PPIH menekankan bahwa aparat keamanan telah menangani kasus ancaman tersebut secara serius dan profesional. Meskipun belum ditemukan bukti kebenaran dari ancaman bom yang diterima, pengamanan tetap ditingkatkan.

"PPIH Debarkasi Surabaya mengimbau kepada seluruh jemaah yang masih dalam proses pemulangan untuk tetap tenang dan tidak khawatir," ucap Sugiyo.

"Ancaman yang sempat mengganggu penerbangan tersebut telah ditangani dengan serius oleh aparat keamanan, dan hingga kini belum terbukti kebenarannya," imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini proses pemulangan jemaah haji berada dalam pengawasan pemerintah dan disiapkan dengan baik agar seluruh jemaah kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi aman dan sehat.

"Insyaallah seluruh proses pemulangan berada dalam penanganan pemerintah yang baik dan aman," tambah Sugiyo.

Hingga Minggu (22/6/2025) kemarin, tercatat sebanyak 36 kloter telah tiba di Asrama Haji Surabaya, dengan jumlah jemaah mencapai 13.627 orang atau sekitar 37 persen dari total 36.815 jemaah embarkasi Surabaya yang berangkat ke Tanah Suci tahun 2025. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow