Kecelakaan Bus Brimob di Tol Malang-Pandaan, Human Error dan Kondisi Kendaraan Masih Diselidiki

Pihak kepolisian Polda Jatim tengah fokus menyelidiki faktor human error dan kondisi kendaraan sebagai penyebab utama kecelakaan yang terjadi di Purwodadi, Pasuruan, ini. Proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik insiden tersebut.

03 Feb 2025 - 19:29
Kecelakaan Bus Brimob di Tol Malang-Pandaan, Human Error dan Kondisi Kendaraan Masih Diselidiki
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin (Doc.Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) terus selidiki penyebab kecelakaan bus Dinas Brimob yang mengangkut rombongan siswa SMA Negeri 1 Porong, Sidoarjo, yang terjadi di Tol Pandaan-Malang Km 72-73, wilayah Purwodadi, Pasuruan, pada Sabtu (1/2/2025) lalu, sekira pukul 11.38 WIB.

Bus yang sedang dalam perjalanan menuju Lembah Tumpang, Kabupaten Malang, untuk sesi foto perpisahan sekolah, tiba-tiba menabrak pembatas jalan tol dan tiang marka. 

Insiden ini mengakibatkan dua korban meninggal dunia, termasuk sopir bus, Moh. Khoirul Arufi (60), serta seorang siswi berinisial NR (18), sementara 31 lainnya mengalami luka-luka. 

Lokasi kecelakaan yang terjadi di kawasan Purwodadi ini kini menjadi titik fokus penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang menimpa para siswa tersebut.

Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, menjelaskan, penyelidikan terkait kecelakaan tersebut terus dilakukan dengan fokus pada dua faktor utama human error dan kondisi kendaraan. 

Menurut Kombes Pol Komarudin, faktor human error sedang didalami dengan mempertimbangkan kemungkinan sopir yang berusia 60 tahun mengalami kelelahan saat mengemudi. 

"Saksi mata melaporkan bahwa sebelum kecelakaan, sopir sempat terlihat kelelahan saat istirahat. Kami sedang menyelidiki apakah ini menjadi penyebab utama kecelakaan," ujarnya, di sela mendampingi Kapolda Jatim melaksanakan agenda peletakan batu pertama pembangunan Mako Sat Polairud di Sendangbiru Malang, Senin (3/2/2025).

Kombes Pol Komarudin menambahkan, selain faktor manusia, pihak kepolisian juga memeriksa kondisi bus yang terlibat dalam insiden tersebut.

"Kami memeriksa kendaraan untuk memastikan apakah ada masalah teknis yang mungkin menyebabkan kecelakaan," tukasnya.

Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan sopir. 

"Kami memeriksa apakah usia dan kondisi fisik sopir berpengaruh terhadap kecelakaan. Faktor usia yang sudah lanjut bisa mempengaruhi refleks dan kewaspadaan saat mengemudi," jelas Kombes Pol Komarudin.

Proses penyelidikan melibatkan pemeriksaan saksi mata, termasuk beberapa kendaraan yang mengikuti rombongan bus, serta analisis rekaman CCTV dari lokasi kejadian. 

"Kami berharap penyelidikan ini segera memberikan kejelasan. Jika ada pihak yang bertanggung jawab, mereka akan diproses sesuai hukum," pungkasnya.

Penyelidikan lebih lanjut akan terus dilakukan untuk memastikan semua faktor yang berkontribusi pada kecelakaan ini dapat ditemukan dan dipertanggungjawabkan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow