Waspadai, 8 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Lonjakan Hormon Stres

Sejumlah kebiasaan sehari-hari seperti kurang tidur hingga konsumsi kafein berlebihan dapat memicu lonjakan hormon stres dalam tubuh.

04 May 2026 - 08:47
Waspadai, 8 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Lonjakan Hormon Stres
Ilustrasi stres (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SJP – Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan yang dilakukan setiap hari dapat memicu peningkatan hormon stress dalam tubuh. Hormon stress, khususnya kortisol, sebenarnya memiliki peran penting dalam membantu tubuh merespon tekanan maupun situasi darurat. Namun, jika diproduksi secara berlebihan dalam jangka Panjang, kondisi ini dapat berdampak buruk terhadap Kesehatan fisik dan mental.

Gaya hidup modern yang serba cepat membuat banyak oran rentan mengalami lonjakan hormon stress akibat kebiasaan yang terlihat sepele, tetapi dilakukan secara berulang. Berikut delapan kebiasaan yang berpotensi meningkatkan kormon stress dalam tubuh.

1. Pola Tidur Tidak Teratur

Kurang tidur yang berujung pada pola istirahat tidak teratur menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya hormon stress. Kondisi ini dapat mengganggu ritme srikadian tubuh sehingga kadar kortisol tetap tinggi sepanjang hari. Dampaknya, tubuh menjadi mudah Lelah, emosional, dan sulit berkonsentrasi.

2. Olahraga Berlebihan Tanpa Cukup Istirahat

Aktivitas fisik memang bermanfaat bagi Kesehatan. Namun, olahraga yang dilakukan secara berlebihan tanpa disertai waktu istirahat yang cukup justru menjadi tekanan fisik bagi tubuh. Dalam kondisi tersebut, tubuh merespon dengan meningkatkan produksi hormon stres

3. Konsumsi Kafein Berlebihan

Minuman berkafein seperti kopi, the dan, minuman energi dapat merangsang system saraf pusat serta memicu pelepasan kortisol. Jika dikonsumsi berlebihan atau mendekati waktu tidur, kafein dapat mengganggu kualitas istirahat dan memperburuk siklus stress.

4. Sering Melewatkan Waktu Makan

Kebiasaan melewatkan waktu makan, terutama sarapan, juga dapat memicu lonjakan hormon stres. Ketika kadar gula menurun tubuh akan meningkatkan produksi kortisol sebagai respons untuk menjaga kestabilan energi.

5. Terlalu Lama Menatap Layar Gawai

Paparan layar ponsel, komputer, atau perangkat digital dalam waktu lama, khususnya pada malam hari, dapat menghambat produksi melatonin. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan hormon stres tetap tinggi hingga keesokan harinya.

6. Tekanan Mental Berkepanjangan

Stres psikologis akibat pekerjaan, masalah keuangan, maupun konflik pribadi menjadi salah satu pemicu utama peningkatan hormon stres. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan jantung, sistem imun, dan keseimbangan hormon tubuh.

7. Pola Makan Tidak Sehat

Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh dapat memperburuk respons stres tubuh. Fluktuasi gula darah yang tidak stabil memicu pelepasan hormon stres, sementara kurangnya nutrisi membuat tubuh sulit beradaptasi terhadap tekanan.

8. Kurang Minum Air Mineral

Kekurangan cairan atau dehidrasi ringan juga dapat memicu stres fisiologis. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup, produksi kortisol meningkat, yang berpotensi menurunkan energi dan daya tahan tubuh.

Pada dasarnya, hormon stres dibutuhkan tubuh dalam kondisi tertentu. Namun, jika kebiasaan sehari-hari justru memicu produksinya secara berlebihan, dampaknya dapat merugikan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, mengenali pemicu dan mulai memperbaiki pola hidup menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan hormon serta kualitas hidup.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow