Kasus DBD Turun Drastis, Warga Kota Batu Diimbau Tetap Lakukan 3M Plus

Dengan komitmen dan kesadaran kolektif warga, diharapkan tren penurunan ini bisa terus dipertahankan sepanjang tahun 2025.

14 Apr 2025 - 17:02
Kasus DBD Turun Drastis, Warga Kota Batu Diimbau Tetap Lakukan 3M Plus
Salah seorang kader juru pemantau jentik (jumantik) tengah melakukan pengecekan jentik air di rumah warga. (Foto: Arul/SJP)

KOTA BATU, SJPPenanggulangan demam berdarah dengue (DBD) di Kota Batu menunjukkan tren positif hingga Maret 2025. Total kasus DBD tercatat hanya 42 kasus. Jumlah itu turun dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai 84 kasus.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Penanganan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Susana Indahwati mengungkapkan, terdapat 16 kasus DBD pada Januari 2025, 10 kasus pada Februari, dan kembali 16 kasus pada bulan Maret. 

"Sebagai perbandingan, pada Maret 2024, Kota Batu mencatat lonjakan hingga 84 kasus, termasuk dua kematian yang disebabkan murni oleh DBD. Lonjakan ini menjadikan beberapa wilayah seperti Kelurahan Temas dan Desa Punten masuk dalam zona merah kala itu," ucapnya, Senin (14/4/2024)

Meski terjadi penurunan signifikan di tahun 2025, Dinkes Kota Batu tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Kewaspadaan dan antisipasi harus terus dilakukan.

Dia mengimbau masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menerapkan langkah 3M plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang).

Hal itu dianggap penting untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti, penyebab utama penularan virus DBD. Dengan komitmen dan kesadaran kolektif warga, diharapkan tren penurunan ini bisa terus dipertahankan sepanjang tahun 2025.

"PSN 3M plus sebaiknya dilakukan minimal satu kali dalam seminggu. Ini adalah langkah paling efektif, aman, dan murah untuk mengendalikan penyebaran DBD," tutup Susana. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow