Kejar Target Layanan Merata, Pemkot Batu Genjot Rekrutmen 6 Dokter di Triwulan II
Percepatan rekrutmen enam dokter pada triwulan kedua menjadi kunci penyelesaian target Satu Desa Satu Dokter di Kota Batu. Jika terealisasi sesuai rencana, program ini tidak hanya menutup kekurangan tenaga medis, tetapi juga memperkuat sistem layanan kesehatan berbasis wilayah yang lebih cepat, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu mempercepat realisasi program unggulan Satu Desa Satu Dokter dengan menargetkan pemenuhan kekurangan tenaga medis pada triwulan kedua 2026. Fokus utama saat ini adalah merekrut enam dokter untuk menutup kekosongan layanan di enam desa dan kelurahan yang belum terjangkau.
Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (20/4/2026) membeberkan hingga Maret 2026, program tersebut telah menjangkau 18 dari total 24 desa dan kelurahan. Artinya, capaian sudah berada di angka 75 persen, namun Pemkot menilai percepatan tetap diperlukan agar target layanan merata bisa tercapai dalam waktu dekat.
"Untuk proses rekrutmen akan segera dijalankan dalam waktu dekat, dengan target penyelesaian pada triwulan kedua tahun ini. Kemungkinan kami upayakan sekitar triwulan ke dua untuk dilakukan rekrutmen. Kami ingin enam wilayah yang tersisa segera terpenuhi,” ujarnya.
Selama ini, enam wilayah yang belum memiliki dokter tetap masih bergantung pada layanan Puskesmas Pembantu (Pustu). Skema tersebut dinilai belum optimal karena tenaga medis harus membagi waktu di beberapa lokasi sekaligus, sehingga respons pelayanan menjadi kurang maksimal.
Dengan penambahan enam dokter baru, Pemkot menargetkan seluruh desa dan kelurahan memiliki tenaga medis yang siaga langsung di wilayah masing-masing. Kehadiran dokter tetap di tingkat desa dinilai krusial untuk mempercepat penanganan keluhan kesehatan masyarakat.
Program ini juga diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan dasar, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Dengan akses yang lebih dekat, deteksi dini penyakit dapat dilakukan tanpa harus menunggu kondisi memburuk.
"Di sisi lain, Pemkot Batu memastikan ketersediaan tenaga bidan sudah terpenuhi di seluruh wilayah. Saat ini, 24 desa dan kelurahan telah memiliki bidan yang aktif melayani kesehatan ibu dan anak," imbuh pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Untuk memperkuat layanan, dua strategi tambahan juga disiapkan. Pertama, penambahan fasilitas poli gigi di setiap Puskesmas guna memperluas cakupan layanan kesehatan mulut. Kedua, perluasan program home care hingga tingkat Polindes, yang memungkinkan tenaga medis melakukan kunjungan langsung ke rumah warga.
Layanan home care ini diprioritaskan bagi masyarakat dengan keterbatasan mobilitas, terutama lansia dan penyandang disabilitas, agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

