Kapolres Situbondo Bantah Isu Bunuh Diri, Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Besuki Masih Didalami
Kapolres Situbondo menegaskan korban tewasnya satu keluarga di Desa Demung bukan bunuh diri. Polisi bersama tim gabungan Polda Jatim terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mengungkap motif pembunuhan.
SITUBONDO, SJP - Kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Desa Demung Kecamatan Besuki menjadi atensi kepolisian untuk segera mengungkap motif dan menangkap pelaku yang keji membunuh 3 orang tersebut.
Untuk mengungkapnya, Polres Situbondo membentuk tim gabungan yang didalamnya ada 15 penyidik dari Polda Jatim dan saat ini masih mengumpulkan petunjuk, alat bukti, serta memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan pembunuhan juragan tembakau tersebut.
Dalam perkembangannya, Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Darmawan mengatakan masih berupaya mengungkap motif pembunuhan dan menangkap pelakunya.
"Saat ini kami bekerja bersama tim gabungan polda jatim, untuk mengungkap kasus ini dan akan terus mendalami informasi, beberapa barang bukti sudah kita amankan dan keterangan saksi- saksi akan terus bertambah," ucapnya, Senin (29/12/2025).
Di antara barang bukti yang diamankan petugas yakni telepon genggam milik korban, sebuah pisau berlumuran darah dan rekaman CCTV.
"Untuk CCTV saat kejadian sengaja dimatikan dan kami masih proses," kata Kapolres.
Untuk hasil autopsi yang dilakukan petugas, Kapolres mengaku masih belum menerima.
"Hasil autopsi kami masih belum menerima, nanti dari hasil itu kita akan mengetahui termasuk zat - zat yang masuk dalam tubuh korban," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, kapolres meminta masyarakat untuk jangan mudah percaya dengan berita yang beredar di media sosial, menyatakan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri.
"Jangan mudah percaya dengan yang beredar di medsos, yang menyatakan korban bunuh diri, karena info bunuh diri belum pernah disampaikan kepolisian, saat ini kami masih mendalaminya," ujarnya.
Ditanya tentang kendala yang dihadapi dalam mengungkap kasus pembunuhan ini, kapolres mengatakan, jika kendala yang dihadapi petugas yakni saat kejadian atau setelahnya, banyak warga masuk yang ingin melihat langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Kendalanya, saat kejadian saat atau setelah, banyak warga masuk (masuk TKP)," ucapnya.
Sekedar diketahui, dalam penyelidikan petugas, jenazah hasim (58) ditemukan di kamar mandi dan tak jauh dari lokasi ditemukan pisau berlumuran darah.
Sedangkan, Suningsih (38) dan Umi Rahmania (18) ditemukan ditempat tidur. Ketiga korban ditemukan luka sayat di leher dan meninggal akibat kehabisan darah.
Oleh pihak keluarga selesai diautopsi, jenazah sang ayah dimakamkan di kampung halamannya di Pamekasan Madura, sedangkan ibu dan anak dimakamkan di tempat pemakaman umum Kecamatan Besuki. (**)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

