Kalian Harus Tahu, Ini 6 Desa di Bondowoso yang Kaya Budaya

Melalui desa budaya ini, diharapkan mampu memberdayakaan dan mengembangkan potensi budaya dan potensi yang dimiliki desa, serta mampu melestarikan dan memberikan edukasi atas budaya yang dimiliki.

29 Oct 2023 - 10:00
Kalian Harus Tahu, Ini 6 Desa di Bondowoso yang Kaya Budaya
Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Sinung Sudrajad saat melakukan pencanangan desa budaya Sukosari Kidul, Selasa (21/6/2022) (Foto : Rzq/SJP)

Kabupaten Bondowoso, SJP – Gempuran teknologi di era globalisasi saat ini, jangan sampai merubah pola pikir dan melupakan budaya lokal. Masyarakat Indonesia harus tetap mempertahankan budaya dan kearifan lokal.

Pelestarian budaya asli daerah juga harus tetap dipertahankan, sehingga para generasi Z tetap mengetahui dan tidak melupakan sejarah, budaya dan kesenian asli yang ada di tempat tinggalnya.

Seperti di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, generasi Z harus tahu, dimana sajakah desa-desa di kota tape ini, yang memiliki budaya dan kesenian asli, sehingga dinobatkan sebagai desa budaya.

Melalui desa budaya ini, diharapkan mampu memberdayakaan dan mengembangkan potensi budaya dan potensi yang dimiliki desa, serta mampu melestarikan dan memberikan edukasi atas budaya yang dimiliki.

Di Bondowoso, saat ini ada 6 desa budaya yang telah dicanangkan olen pemerintah, berikut ulasannya.

1.    Desa Ramban Kulon 
Desa di Kecamatan Cermee ini dinobatkan sebagai desa budaya pertama di Bondowoso, karena memiliki sumur peninggalan jaman Majapahit yang tidak pernah mengering meskipun musim kemarau. 

Disana juga masih terdapat rumah adat yang kondisinya masih sama persis dengan waktu pertama kali dibangun. Desa Ramban Kulon sebagai pilot project desa budaya diresmikan pada acara puncak peringatan ‘gugur gunung’ tahun 2017.

2.    Desa Prajekan Lor
Desa budaya ini diresmikan pada tahun 2018 oleh Bupati Amin Said Husni, dalam sebuah pagelaran pentas opera dengan bertajuk ‘Jimat’ dan penggelaran tabuh lesung (Ronjhengan).

Desa yang berada paling utara di Bondowoso ini, memiliki sejarah penting. Disana, ada suatu kawasan dimana banyak ditancapkannya tonggak-tonggak sebagai penanda suatu kehadiran, sebagai wilayah transit raja-raja.

3.    Desa Banyuputih
Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin dinobatkan sebagai desa budaya, pada tahun 2019, semasa pasangan Bupati KH Salwa Arifin dan Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat. 

Desa ini dicanangkan sebagai desa budaya, karena memiliki tradisi dan adat desa rokatan pandebeh (Rumatan Pendowo) yang dipadukan dengan iringan salawat, macopat, hadrah, musik kentongan, dan ronjengan (kotek lesung).

4.    Desa Blimbing
Desa Blimbing Kecamatan Klabang, dinobatkan sebagai desa budaya ke 4 pada tahun 2021, karena memiliki banyak warisan budaya yang masih tetap dilestarikan. 

Desa ini merupakan tempat dimana lahirnya kesenian Singo Ulung. Selain itu, masyarakatnya tetap melaksanakan ritual tarian ojhung, topeng konah, , macopat dan beberapa kesenian lainnya.

5.    Desa Sukosari Kidul
Desa budaya yang kelima di Kabupaten Bondowoso adalah Desa Sukosari Kidul, yang diresmikan tahun 2022 di objek wisata Tirta Agung, oleh Bupati KH Salwa Arifin.

Dinobatkannya desa ini sebagai desa budaya, melalui pembinaan dan pendalaman terhadap 45 pelaku budaya dan tradisi yang ada di Sukosari Kidul. Disana ada kesenian hadrah, dan ludruk masing-masing ada 15 anggota atau sekitar 30 anggota. 

Kemudian, ada tarian jaran kencak sebanyak empat kelompok, dan kesenian macapat sebanyak dua kelompok. Desa ini juga memiliki objek wisata, Tirta Agung, yang telah terpilih seabagai juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia.

6.    Desa Karang Melok
Yang terbaru, Pemkab melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, mencanangkan Desa Budaya yang keenam, yakni Desa Karang Melok, Kecamatan Tamanan, Jumat (28/7/2023).

Desa Karang Melok dicanangkan sebagai Desa Budaya oleh Bupati KH Salwa Arifin, yang diwakilkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Bambang Soekwanto dan disaksikan oleh beberapa Kepala OPD.

Kepala Disparbudpora, Mulyadi menerangkan, dicanangkannya Desa Karang Melok sebagai Desa Budaya, karena desa ini memiliki beraneka ragam budaya dan kesenian yang harus dilestarikan.

Desa ini sudah dikaji selama 5 bulan dan disini ada beberapa jenis indikator, diantaranya, seni budaya ludruk, macopat, sentra pengrajin keris, ronjengan, adat lepasan merpati dan pencak silat.

Usai pencanangan, Sekda Bondowoso berharap Desa Budaya masuk dalam kalender tahunan seperi Festival Muharram. Pasalnya, saat ini perlu upaya bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya asli Bondowoso. (**)

Editor : Queen Ve
Sumber : Berbagai Sumber

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow