Kali Lamong Meluap Lagi, Ratusan Rumah di Gresik Kembali Terendam
Setelah sempat surut satu bulan lalu, debit air yang meningkat tajam dari wilayah hulu kini kembali merendam ratusan rumah di sedikitnya 14 desa yang tersebar di tiga kecamatan.
GRESIK, SJP — Ancaman banjir akibat luapan Kali Lamong kembali menghantui warga Kabupaten Gresik.
Setelah sempat surut satu bulan lalu, debit air yang meningkat tajam dari wilayah hulu kini kembali merendam ratusan rumah di sedikitnya 14 desa yang tersebar di tiga kecamatan pada Senin (22/12/2025).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Sukardi, mengonfirmasi bahwa banjir kali ini merupakan imbas dari kiriman air hulu yang melampaui kapasitas tampung sungai.
"Peningkatan debit air yang sangat signifikan di Kali Lamong menyebabkan air meluap ke jalan raya hingga pemukiman warga," ujar Sukardi saat dikonfirmasi, Senin siang.
Berdasarkan data BPBD Gresik, dampak banjir terbagi di tiga wilayah utama. Wilayah Kecamatan Benjeng menjadi wilayah terdampak paling parah. Sebanyak enam desa terendam dengan estimasi 800 rumah warga dan 165 hektare lahan persawahan terdampak. Ketinggian air di wilayah ini dilaporkan mencapai 5 hingga 50 sentimeter.
Di Kecamatan Balongpanggang, sebanyak enam desa terendam banjir dengan ketinggian 5 hingga 40 sentimeter. Selain merendam jalan lingkungan dan poros desa, air juga menggenangi 47 rumah serta 67 hektare persawahan.
Sementara di Kecamatan Cerme, meski berdampak pada dua desa, banjir di wilayah ini memicu kerusakan infrastruktur yang serius. Dua tanggul di Desa Dadapkuning dan Desa Ngembung dilaporkan jebol sepanjang tiga meter dengan kedalaman dua meter.
Menyikapi kondisi yang terus meluas, BPBD Gresik telah menyiagakan personel dan peralatan evakuasi. Sebuah perahu lipat telah diterjunkan di Dusun Ngablak, Desa Kedung Rukem, untuk membantu mobilisasi warga yang terjebak genangan.
Fokus penanganan saat ini adalah pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga terdampak. Sukardi menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif untuk mendirikan posko darurat.
"Kami sedang melaksanakan rapat koordinasi untuk segera mendirikan dapur umum di Desa Kedung Rukem, Kecamatan Benjeng, guna memenuhi kebutuhan mendesak warga," pungkas Sukardi.
Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan terus memantau fluktuasi debit air Kali Lamong, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih berpotensi meningkatkan ketinggian muka air. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

