Kalender Wisata Kota Batu Tahun 2025 Kembali Dikaji Karena Efek Efisiensi Anggaran
Keputusan final mengenai pengurangan atau penyesuaian beberapa event akan diambil setelah kajian mendalam dilakukan, guna memastikan dampak terhadap promosi wisata daerah tidak mengurangi daya tarik Kota Batu sebagai destinasi unggulan.
KOTA BATu, SJP - Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu kembali melakukan kajian ulang terhadap sejumlah event dalam kalender wisata 2025, guna menyesuaikan program dengan pemotongan anggaran yang diberlakukan melalui Inpres No 1 Tahun 2025, tentang efisiensi anggaran.
Kebijakan tersebut memaksa Disparta untuk melakukan penyesuaian agar setiap agenda pariwisata tetap efektif meskipun anggaran yang tersedia lebih terbatas.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Adrianto pada Selasa (4/3/2025) menyatakan, meskipun kalender wisata 2025 telah dirancang dengan mencakup 72 event unggulan, mulai dari kejuaraan paralayang tingkat internasional, event olahraga ekstrem seperti downhill, peringatan Hari Jadi Kota Batu, hingga Batu Art Flower Festival, perlu evaluasi ulang untuk menentukan event mana yang dapat tetap dilaksanakan sesuai dengan alokasi dana yang ada.
"Kalender wisata sudah ada, tetapi karena ada efisiensi anggaran yang harus dipatuhi berdasarkan Inpres No 1 Tahun 2025, kami sedang mengkaji ulang event-event yang masih memungkinkan untuk berjalan efektif dengan anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Pembahasan terkait revisi ini masih berlangsung secara intensif antara jajaran internal Disparta dan Pemerintah Kota Batu.
Keputusan final mengenai pengurangan atau penyesuaian beberapa event akan diambil setelah kajian mendalam dilakukan, guna memastikan dampak terhadap promosi wisata daerah tidak mengurangi daya tarik Kota Batu sebagai destinasi unggulan.
Meski ada potensi pengurangan agenda, Disparta menegaskan komitmennya untuk tetap mempersiapkan sejumlah event penting yang diyakini mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar.
Untuk tahun 2025, target kunjungan wisatawan ditetapkan mencapai 11,5 juta orang, naik dari capaian 11.005.189 pada 2024 dengan rincian 10,9 juta wisatawan domestik dan 241.205 wisatawan mancanegara.
Peningkatan target ini sejalan dengan strategi pengembangan pariwisata yang tertuang dalam Dokumen Rencana Strategis Disparta.
“Kami optimistis dengan target yang telah dicanangkan. Meskipun harus menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran, promosi dan keunggulan Kota Batu sebagai destinasi wisata tetap menjadi prioritas utama," katanya.
"Semoga revisi kalender wisata ini diharapkan tidak hanya menjaga efektivitas program yang ada, tetapi juga memperkuat daya tarik Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, meskipun dalam kondisi penghematan anggaran," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

