Kades Ngelundo Pertanyakan Status Desa Wisata Marsinah, Keluhkan Minimnya Koordinasi Pemkab Nganjuk
Pemerintah Desa Ngelundo hingga kini belum pernah dilibatkan dalam pembahasan dan pengembangan potensi desa wisata, khususnya yang berkaitan dengan sosok Pahlawan Buruh, Marsinah.
NGANJUK, SJP – Kepala Desa (Kades) Ngelundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Anshori, secara terbuka mempertanyakan status Desa Wisata Marsinah di wilayahnya.
Anshori mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Ngelundo merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan dan pengembangan potensi desa wisata tersebut, yang baru-baru ini digagas menyusul penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.
Kekecewaan ini disampaikan Anshori di sela-sela acara tasyakuran penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional di Desa Ngelundo pada Ahad (16/11/2025).
"Kami sangat mendukung upaya pengembangan desa wisata di Ngelundo, apalagi jika itu bisa mengangkat nama Marsinah sebagai pahlawan buruh. Namun, selama ini kami merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan atau perencanaan apa pun," ujar Anshori.
Menurut dia, potensi tradisional Desa Ngelundo yang didominasi sektor pertanian belum dikembangkan secara maksimal untuk mendukung status desa wisata, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan perjuangan Marsinah.
Ia menegaskan, tanpa komunikasi dan koordinasi yang memadai, rencana besar tersebut akan sulit diwujudkan.
"Jujur, Desa Ngelundo bidangnya pertanian. Potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung desa wisata, khususnya yang berkaitan dengan sejarah dan perjuangan Marsinah, masih belum tergarap," jelasnya.
"Semua itu akan sulit terwujud jika tidak ada komunikasi dan koordinasi yang baik," sambung dia.
Kades Ngelundo berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan pihak terkait segera menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Desa.
"Kami siap untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan desa wisata Ngelundo dan penghormatan terhadap Pahlawan Marsinah," pungkas Anshori.
Disporabudpar Klaim Sudah Ada Pembahasan
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, membantah klaim ketidakterlibatan pemerintah desa.
Ia mengatakan bahwa wacana tersebut telah dibahas dalam pertemuan di Gedung Grahadi, Surabaya, yang sekaligus membantah isu bahwa Kades Ngelundo tidak mengetahui adanya wacana tersebut.
"Pertemuan di Grahadi itu dihadiri oleh kepala desa, dan DPC Kikes SBI Kelik Wiyono termasuk Kades Ngelundo. Kami membahas potensi desa wisata di Desa Ngelundo untuk dikembangkan menjadi desa wisata, dan itu sebatas wacana ke depan," ujar Gunawan Widagdo saat ditemui di kantornya, Senin (17/11/2025).
Gunawan menambahkan bahwa Gubernur Jawa Timur sempat menyinggung potensi besar Desa Ngelundo sebagai destinasi wisata, baik dari segi makam maupun monumen.
Meskipun demikian, Gunawan berjanji akan terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa. Ia mengakui bahwa dukungan pemerintah desa sangat krusial bagi kesuksesan program ini.
"Memang ada wacana, Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak desa untuk mewujudkan desa wisata ini. Dukungan dari pemerintah desa sangat penting agar program ini berjalan sukses," katanya.
Namun, saat disinggung mengenai sumber anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan desa wisata, Gunawan mengaku tidak memiliki informasi pasti soal itu.
"Terkait anggaran di Marsinah, pihaknya belum tahu sumbernya dari mana, karena ini masih wacana," tutupnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

