Kades di Mojokerto ini Rela Tidur di Balai Desa Demi Layani Warga 24 Jam
Kades itu bernama Waras (55), ia setiap hari bersama sang isteri tidur di Balai Desa, tepatnya di rumah dinas Kepala Desa yang lokasinya berada di samping kiri pendopo desa.
MOJOKERTO, SJP - Jam kerja Kepala Desa (Kades) Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini benar-benar di luar nalar.
Bagaimana tidak, ia benar-benar stand by selama 24 jam di Balai Desa demi berusaha selalu ada saat warganya membutuhkan.
Bukan hanya soal pelayanan administrasi berupa tandatangan dan stempel, dalam persoalan kegawatdaruratan seperti mengantar orang sakit hingga persalinan menggunakan mobil siaga ke fasilitas kesehatan, ia sendiri yang mengantarkan.
Kades itu bernama Waras (55), ia setiap hari bersama sang isteri tidur di Balai Desa, tepatnya di rumah dinas Kepala Desa yang lokasinya berada di samping kiri pendopo desa.
Walau tengah malam saat ia sedang beristirahat ada yang mengetok pintu rumah dinasnya, ia tak kaget. Karena fakta seperti itu sudah sering terjadi.
Kehidupan Waras sebagai seorang kades cukup sederhana, jangankan mobil sepeda motor pribadi pun ia tak punya.
Pantauan di Balai Desa Gembongan sekitar pukul 18.00 WIB, nampak Waras bersama sang isteri sibuk mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa. Bukan untuk sendiri, melainkan untuk menjamu tamu yang datang di Balai Desa, termasuk warga yang kebetulan datang untuk meminta tanda tangan.
"Sudah biasa seperti ini, biasanya disini juga nyangkruknya (berkumpulnya) orang-orang," kata Waras sembari sibuk menyuguhkan takjil berbuka puasa di rumah dinasnya, Senin (10/3/2025) petang.
Rumah dinas milik Waras tidak mewah, namun teduh penuh cinta, tak jarang ia bersama sang istri memasak banyak untuk dihidangkan kepada warga yang datang.
Di Pendopo Balai Desa ada satu unit televisi yang biasanya diputar warga untuk menemani seperti ronda malam. Tiap hari tak pernah sepi, Waras menyebutnya dengan istilah tempat santai para warga.
Bukan hanya menyediakan makanan berbuka puasa bagi warga yang datang ke Balai Desa, warga yang jagongan saat waktu sahur ia bersama isteri juga memasakkannya.
"Sering, bukan hanya buka sahur juga, kebetulan saja pas ada yang dimasak," ujar Waras dengan gelak tawa.
Waras selain menjabat sebagai kepala desa, dalam keseharian ia juga beraktifitas sebagai petani.
Lokasi sawahnya juga tak jauh dari rumah dinasnya. Waras mengaku selama Ramadan ia ngabuburit sembari mengurus tanaman padi miliknya.
Kesederhanaan hidup Waras bukan berarti tidak melek terhadap dunia digital. Dalam maksimalkan pelayanan ia juga membuat website desa, di dalamnya warga bisa mengakses pelayanan administrasi cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Selain pelayanan, website desa ini juga digunakan sebagai sarana informasi warga dan transparansi pemerintah desa.
Dilansir dari website Desa Gembongan www.gembongan.desa.id, Desa Gembongan terdiri dari 4 dusun, yakni Dusun Gembongan Wetan, Dusun Gembongan Lor, Dusun Gembongan Kulon, Dusun Mulyosari.
Desa Gembongan memiliki jumlah penduduk sebanyak 3.941 jiwa dengan rincian 2.002 Laki-laki dan 1.939 perempuan serta 1.304 Kartu Keluarga (KK). (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

