Skala Prioritas Jadi Alasan, Disperkim Kota Batu Jelaskan Keterlambatan Bantuan Rumah Warga Temas
Disperkim telah melakukan peninjauan sejak Januari 2025. Namun, ada beberapa aspek yang perlu diselesaikan sebelum rehabilitasi bisa dilaksanakan, termasuk koordinasi dengan pemilik lahan sekitar.
Kota Batu, SJP - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Arief As-Siddiq mengungkapkan, keterlambatan bantuan rehabilitasi rumah warga terdampak bencana di Kelurahan Temas, disebabkan oleh skala prioritas dalam penanganan serta kendala teknis di lapangan.
Salah satu faktor utama adalah penyelesaian masalah tanah yang melibatkan warga sekitar sebelum material dapat dikirimkan.
Arief pada Senin (10/3/2025) menjelaskan, tim Disperkim telah melakukan peninjauan sejak Januari 2025. Namun, ada beberapa aspek yang perlu diselesaikan sebelum rehabilitasi bisa dilaksanakan, termasuk koordinasi dengan pemilik lahan sekitar.
"Kami harus memastikan tidak ada masalah terkait lahan sebelum memulai pembangunan. Setelah itu, baru bisa ditindaklanjuti dengan pengiriman material secara bertahap," jelasnya.
Ia menerangkan bantuan material mulai dikirim sejak Sabtu (8/3/2025), terdiri dari 300 bata merah, lima sak semen, pasir hitam, batu koral, dan kebutuhan pipa paralon.
Namun, karena keterbatasan lokasi untuk penyimpanan material, distribusi dilakukan bertahap. Sisa kebutuhan, seperti 700 bata merah tambahan, satu kubik pasir hitam, dan satu kubik koral, dikirim pada hari ini
Sementara itu Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk menangani dampak bencana dengan sebaik-baiknya meskipun ada hambatan di lapangan.
"Kami memahami kesulitan yang dialami warga. Bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memulihkan kondisi rumah warga dan memastikan keamanan serta kenyamanan mereka," ujarnya saat menyerahkan bantuan langsung di lokasi.
Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, juga menekankan bahwa pemerintah akan terus mengawasi proses perbaikan rumah warga agar berjalan sesuai rencana.
"Kami harap bantuan ini bisa segera dimanfaatkan dengan baik dan mempercepat pemulihan rumah yang terdampak bencana. Pemerintah akan memastikan semua proses berjalan lancar," kata Heli.
Seperti yang ditulis suarajatimpost.com sebelumnya, Zainal Arifin (58), warga yang terdampak mengaku terpaksa berutang demi memperbaiki rumahnya yang rusak akibat cuaca ekstrem pada Desember 2024 lalu. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

