Transformasi Digital Kota Probolinggo melalui Suroyo–Cokro Super Koridor

Siapa bilang kerja produktif harus di dalam kantor atau kafe mahal? Pemkot Probolinggo baru saja meresmikan Suroyo–Cokro Super Koridor, layanan WiFi gratis yang aman dan nyaman di sepanjang Jalan Suroyo & Jalan Cokroaminoto!

31 Jan 2026 - 21:30
Transformasi Digital Kota Probolinggo melalui Suroyo–Cokro Super Koridor
Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin bersama Wakil, Istri dan perwakilan Forkopimda launching Wifi Gratis. (Foto: Rizky Putra/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Pemerintah Kota Probolinggo menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ekosistem digital bagi warganya melalui peluncuran program Suroyo–Cokro Super Koridor.

Inisiatif ini dirancang khusus untuk memfasilitasi kebutuhan akses informasi dan aktivitas bisnis, baik bagi pelaku usaha perorangan maupun kelompok.

Melalui penyediaan layanan WiFi gratis, pemerintah berupaya menghadirkan konektivitas yang tidak hanya cepat, tetapi juga memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sesuai dengan penamaannya, jangkauan layanan internet nirkabel ini terfokus pada dua jalur utama di jantung kota, yakni Jalan Suroyo dan Jalan Cokroaminoto.

Langkah strategis ini diharapkan dapat menghidupkan geliat ekonomi dan kreativitas di sepanjang koridor tersebut. Namun, penyediaan akses publik ini tentu membawa tanggung jawab besar dalam pengelolaannya.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai sosial.

“Pengembangan Suroyo–Cokro Super Koridor ini memiliki tantangan dan peluang yang perlu dikelola bersama. Fokusnya adalah membangun masyarakat, menjaga budaya lokal, serta memastikan kelestarian dan keamanan," tegas Lucia dalam paparannya Jumat (29/1/2026) malam.

Sebagai langkah konkret dalam menjaga etika digital, Diskominfo berencana menggandeng Internet Service Provider (ISP) untuk memperketat keamanan jaringan.

Salah satu fitur unggulannya adalah pemasangan firewall canggih yang secara otomatis akan menyaring konten negatif, termasuk situs perjudian daring dan pornografi.

Selain itu, sistem monitoring data yang ketat akan diterapkan pada setiap titik akses guna memantau lalu lintas informasi secara real-time.

Lucia menambahkan, perlindungan ini sangat krusial agar masyarakat merasa tenang.

“Upaya ini dilakukan untuk memberikan kepastian keamanan digital dan kenyamanan masyarakat selama menggunakan layanan WiFi gratis ini.” imbuhnya.

Di sisi lain, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, memandang program ini sebagai evolusi dari infrastruktur digital yang sudah ada sebelumnya.

Menurutnya, konsep ini merupakan solusi cerdas dalam menciptakan ruang kerja bersama (coworking space) tanpa harus terkendala pembangunan fisik gedung yang mahal. Dengan memanfaatkan ruang publik yang sudah tersedia, masyarakat memiliki kebebasan untuk berkarya di area terbuka.

“Pemerintah Kota Probolinggo perlu memfasilitasi masyarakat dengan menyediakan coworking space tanpa harus membangun gedung atau tempat khusus, sehingga masyarakat tetap bisa mengakses internet.” papar dr Aminuddin menjelaskan visi ruang kerja terbuka tersebut.

Ia juga mengklaim bahwa area koridor ini berpotensi menjadi salah satu konsep coworking space terbuka terluas di tanah air. Fasilitas ini terbuka lebar bagi siapa saja, mulai dari mahasiswa yang mengerjakan tugas, pekerja lepas, hingga kelompok profesional yang membutuhkan suasana baru dalam berkolaborasi.

Dengan adanya dukungan infrastruktur ini, Kota Probolinggo optimis dapat mencetak generasi digital yang produktif dan berdaya saing tinggi. (**)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow