Gandeng Swasta, Pemkot Probolinggo Jajaki Olah Sampah menjadi Bahan Bakar Pengganti Batu Bara
Selain mengurangi volume sampah, Pemkot Probolinggo berkeinginan mengubah sampah menjadi Refused Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar pengganti batu bara
KOTA PROBOLINGGO, SJP - Persoalan sampah yang kompleks rupanya menjadi ancaman nyata bagi Pemkot Probolinggo. Tak ingin hal tersebut terus terjadi, terbaru Pemkot Probolinggo bakal jajaki kerja sama dengan swasta guna mengurangi volume timbunan sampah.
Kota Probolinggo sendiri, per harinya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bestari ada sekitar 65-70 ton pada lahan 17,7 hektare, dimana sampah tersebut merupakan kiriman dari sampah termasuk rumah tangga.
Atas hal itu, Pemkot Probolinggo pada Senin (10/4/2025) menerima kunjungan dari pihak swasta, yaitu PT Reciki Solusi Indonesia.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin yang didampingi Kepala DLH, Retno Wandansari bertemu langsung saat itu mengatakan, pertemuan dengan pihak swasta merupakan langkah konkret yang ia inisiasi guna mengatasi persoalan sampah di Kota Probolinggo.
"Sampah di Kota Probolinggo ini kan lumayan banyak, namun masih banyak persoalan yang harus diselesaikan. Nah, diskusi dengan swasta, ada upaya mengubah sampah menjadi Refused Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar pengganti batu bara," ujar Aminuddin di Kantor Wali Kota Jalan Panglima Sudirman.
Baginya, hal itu merupakan langkah yang baik. Namun perlu upaya serius mengingat, ada beberapa hal yang harus disiapkan terlebih dahulu untuk mengubah sampah menjadi RDF.
"Saya kira ini tidak main-main, apalagi jika ini kita realisasikan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Karena akan ada tenag kerja yang dilibatkan," tambah Aminuddin.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Reciki Solusi Indonesia, Bhima Aries Diyanto dalam paparannya mengatakan, sampah di Kota Probolinggo tergolong sampah yang bisa diandalkan untuk menjadi RDF.
Secara teknis menurutnya, pembuatan RDF akan melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) menjadi bahan bakar kandungan kalori setara batu bara muda.
Sampah domestik perkotaan setelah dilakukan dewatering oleh mesin press, dilanjutkan penurunan kandungan air dan pengeringan oleh mesin rotary dryer.
"Selain itu tujuannya, yaitu mewujudkan sirkular ekonomi, mensupport bagi perusahaan daur ulang, terutama plastik. Sehingga, ini pun bisa menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar," ulas Bhima.
Sebab hasil RDF yang ia buat, biasanya dikirim sebagai bahan bakar di pabrik semen SIG dan Indocement.
Pasalnya, jika hal tersebut bisa direalisasikan akan ada sekitar 54 tenaga kerja yang akan disiapkan.
"Sebagaimana apa yang disampaikan Bapak Wali Kota tadi, harapannya serapan tenaga kerja itu melibatkan warga sekitar," tutupnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

