Jelang Ramadan LPG 3 Kg Semakin Sulit, Pemkab Bondowoso Pastikan Stok Aman dan Ajukan Tambahan Kuota
Menjelang Ramadan, warga Bondowoso mengeluhkan kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram. Pemkab Bondowoso bersama Diskoperindag, Polres, dan Pertamina memastikan pasokan aman serta mengusulkan penambahan kuota hingga dua kali lipat untuk menjaga stabilitas distribusi.
BONDOWOSO, SJP – Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah warga di Kabupaten Bondowoso mengeluhkan kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir.
Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan memunculkan pertanyaan terkait klaim Pemerintah Daerah yang menyebut stok gas bersubsidi dalam kondisi aman, sementara di lapangan warga harus mencari dengan susah payah.
Ayu Agustina warga RT 17 RW 6 Kelurahan Tamansari Kecamatan Bondowoso, mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg, sejak 5 hari yang lalu. Bahkan, toko kelontong dan warung di sekitar rumahnya juga kehabisan stok.
"Sulitnya sejak 5 hari lalu. Jadi untuk mengantisipasi kekurangan LPG, kami sekeluarga haru ekstra hemat," ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Menindaklanjuti banyaknya laporan tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso melakukan pengecekan langsung ke pangkalan resmi LPG 3 kilogram di wilayah Pasar Induk Bondowoso, pada Senin (26/1/2026) kemarin.
Pengecekan bersama tim menyasar Pangkalan Resmi LPG 3 Kg PT Sentosa Migas Jaya. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah daerah guna memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi LPG bersubsidi.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan stok LPG, melainkan tingginya minat masyarakat yang datang lebih awal untuk membeli gas bersubsidi. Antrean bahkan sudah terjadi setiap hari sebelum pangkalan mulai beroperasi.
“Pengiriman LPG dari agen ke pangkalan biasanya tiba sekitar pukul 07.15 WIB. Stok yang tersedia sebanyak 100 tabung per hari, sementara jumlah masyarakat yang mengantre melebihi alokasi harian tersebut,” ujar pemilik pangkalan, seperti yang dilaporkan oleh Diskoperindag.
Distribusi LPG 3 kilogram dari agen ke pangkalan resmi, lanjutnya, dilakukan secara rutin sesuai alokasi masing-masing pangkalan, dengan pola pengiriman yang bervariasi, mulai dari harian, dua hari sekali, hingga mingguan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan terkait distribusi LPG 3 kilogram di Bondowoso. Dari hasil pengecekan, penyaluran LPG 3 kilogram dari SPBE Bondowoso ke 10 agen mencapai 20.720 tabung per hari.
“Total penerimaan suplai gas dari Depo LPG Banyuwangi ke Bondowoso mencapai sekitar 65.000 kilogram per hari, dan pengiriman dilakukan setiap hari. Selama ini tidak ada kendala dalam proses pengiriman,” ujar Iptu Bobby, Selasa (27/1/2026).
Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Setda Bondowoso, Agung Nurhidayat, mengakui bahwa secara kuota LPG 3 kilogram memang dinyatakan aman, namun lonjakan permintaan masyarakat menjelang Ramadan menyebabkan distribusi di lapangan terasa ketat.
“Kami sudah mendatangi Pertamina dan Hiswana Migas. Tanggapannya secara kuota aman, tapi permintaan masyarakat memang tinggi,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Bondowoso telah mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kilogram untuk bulan Februari dan Maret 2026. Usulan penambahan tersebut mencapai 100 persen atau sekitar 1.500 metrik ton per bulan.
“Kita minta ditambah jadi dua kali lipat, karena kebutuhan masyarakat juga meningkat,” pungkas Agung.
Pemkab Bondowoso memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina, Hiswana Migas, Diskoperindag, serta aparat penegak hukum, guna menjaga stabilitas pasokan, memperketat pengawasan distribusi, dan memastikan LPG bersubsidi tepat sasaran menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

