Geliat Koperasi di Bojonegoro Dinilai Mampu Jadi Contoh Bagi Daerah Lain
Pemilihan Bojonegoro sebagai lokasi peringatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, geliat koperasi di Bumi Angling Dharma beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat pesat.
BOJONEGORO, SJP - Kabupaten Bojonegoro dipercaya menjadi tuan rumah perayaan akbar tahunan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 tingkat Provinsi Jawa Timur yang resmi dimulai pada Rabu malam (16/7/2025), dan akan berlangsung hingga 27 Juli mendatang.
Agenda pembuka digelar di Pendopo Malowopati Bojonegoro melalui gelaran Sarasehan dan Temu Bisnis Koperasi. Mengusung tema “Membangun Koperasi untuk Mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara”, acara ini dihadiri berbagai tokoh koperasi, pelaku usaha, serta pejabat daerah.
Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, mengungkapkan bahwa pemilihan Bojonegoro sebagai lokasi peringatan bukan tanpa alasan. Menurutnya, geliat koperasi di Bumi Angling Dharma beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat pesat.
“Ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Timur. Bojonegoro dinilai mampu menjadi contoh daerah yang serius membangkitkan semangat koperasi,” ungkap Slamet.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyambut hangat kepercayaan tersebut. Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Mas Wahono itu menegaskan komitmen Pemkab Bojonegoro untuk terus mendorong koperasi agar menjadi pilar ekonomi kerakyatan.
“Melalui sarasehan dan temu bisnis ini, kami harap Dekopin Bojonegoro bisa bersinergi dengan koperasi lain se-Jawa Timur. Saling berbagi, membaca peluang, dan membangun kolaborasi yang saling menguatkan,” tutur Mas Wahono.
Ia menambahkan bahwa meskipun koperasi secara prinsip masih relevan dari masa ke masa, namun tuntutan zaman mendorong koperasi agar tidak stagnan.
“Koperasi harus mampu beradaptasi dengan era digital. Harus inovatif, terbuka terhadap teknologi, tanpa melupakan nilai-nilai dasarnya,” tegas Wahono.
Tak hanya itu, momen berkumpulnya seluruh Dekopin daerah di Kota Ledre ini juga dianggap sebagai peluang strategis untuk memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi antar-daerah. Pemkab Bojonegoro pun menyatakan dukungannya secara penuh.
“Kami siap fasilitasi pertumbuhan koperasi melalui pelatihan, pendampingan, serta kebijakan yang mendorong ekosistem koperasi semakin kuat,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang hadir secara daring dari Jakarta, menyampaikan optimisme bahwa koperasi mampu menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
“Dengan kekuatan dari akar rumput, koperasi bisa jadi jembatan yang menghubungkan industri besar dan kecil. Di desa, koperasi bisa menangkap peluang ekonomi lokal, mendistribusikan hasil secara adil,” jelas Emil.
Ia juga menyebut program Koperasi Desa Merah Putih sebagai langkah konkret untuk mewujudkan ekonomi desa yang mandiri dan inklusif.
“Kami dorong agar industri kecil di desa tumbuh beriringan dengan industri besar. Ketika ekonomi desa menguat, maka daya beli masyarakat ikut meningkat, dan akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur secara keseluruhan,” pungkas Emil.
Peringatan Harkopnas di Bojonegoro ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga titik tolak memperkuat peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

