Makam Remaja Korban Dugaan Penganiayaan di Kos Jogoroto Jombang di Bongkar

Langkah ini diambil setelah muncul dugaan tindak kekerasan sebelum korban ditemukan tewas di kamar mandi kos kawasan Jogoroto.

14 Jun 2026 - 16:09
Makam Remaja Korban Dugaan Penganiayaan di Kos Jogoroto Jombang di Bongkar
Kondisi makam remaja di Kecamatan Peterongan Jombang persiapan untuk di bongkar. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Aparat kepolisian membongkar makam (ekshumasi) Khoiriah, remaja yang akrab disapa Puji, di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Ahad (14/6/2026). Langkah ini diambil setelah muncul dugaan tindak kekerasan sebelum korban ditemukan tewas di kamar mandi kos kawasan Jogoroto.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, petugas Polres Jombang bersama warga memadati area pemakaman. Makam korban telah dipasangi garis polisi. Warga bergotong royong membersihkan sekitar makam dan memasang terop sebagai persiapan proses ekshumasi.

Kepala Dusun Pajaran, Sofii, membenarkan rencana pembongkaran makam tersebut. “Iya, akan dilakukan bongkar makam,” ujarnya. 

Rencana ekshumasi ini berawal dari kejanggalan yang dicium warga saat evakuasi jasad korban dari kamar mandi kos di Desa/Kecamatan Jogoroto, Jumat (12/6/2026). Seorang warga berinisial N yang turut membantu evakuasi melihat langsung kondisi tubuh korban yang sudah kaku, tak bernyawa, dan terdapat luka lebam di sejumlah bagian.

N menuturkan, ia dibangunkan warga sekitar pukul 11.45 WIB untuk membantu menggotong tubuh remaja tersebut. “Posisi saya awalnya sedang tidur, kemudian dibangunkan, disuruh membantu menggotong korban di kamar mandi sebelah kos saya,” ucap N dalam wawancara, Sabtu (13/6/2026) malam.

Saat evakuasi, N tidak mengetahui pasti apakah korban sudah meninggal atau hanya pingsan. Namun, tubuhnya sudah kaku. Kakak korban yang berada di lokasi menyebut adiknya habis terpeleset di kamar mandi dan tidak sadarkan diri.

Kejanggalan semakin menguat karena sehari sebelum ditemukan tak bernyawa, N yang tinggal di kamar kos bersebelahan dengan dinding korban mendengar suara minta tolong. Kini polisi mendalami dugaan penganiayaan melalui proses ekshumasi untuk mengungkap penyebab pasti kematian remaja tersebut. (*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow