Jejak Wali di Tengah Kota: Pesona Telaga Masjid Agung Gresik

Telaga bersejarah yang dibangun pada masa kepemimpinan sang Wali (1487-1506), situs air ini tidak hanya menjadi peninggalan fisik, namun juga keajaiban alam bagi warga setempat karena debit airnya yang tetap melimpah meski telah melewati lintasan zaman.

03 Mar 2026 - 15:30
Jejak Wali di Tengah Kota: Pesona Telaga Masjid Agung Gresik
Telaga yang berada tepat di depan Masjid Agung Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP – Jejak arkeologis penyebaran Islam era Sunan Giri di tanah Jawa masih tegak berdiri di kompleks Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim atau kerab disebut Masjid Agung Gresik, Jawa Timur. 

Berupa telaga bersejarah yang dibangun pada masa kepemimpinan sang Wali (1487-1506), situs air ini tidak hanya menjadi peninggalan fisik, namun juga keajaiban alam bagi warga setempat karena debit airnya yang tetap melimpah meski telah melewati lintasan zaman.

Telaga bersejarah itupun kini menjadi daya tarik pesona Masjid Agung Gresik yang tak hanya jadi jujukan warga sekitar, namun juga pengunjung luar kota.

"Telaga itu digunakan masyarakat mulai mandi, mengambil air untuk sehari-hari. Namun sekarang sudah mulai jarang. Meskipun begitu, masyarakat masih menggunakan sampai sekarang," kata Sekretaris Masjid Agung Gresik, Ahmad Jazuli, Selasa (3/3/2026).

Jazuli mengatakan, telaga air tersebut sangat berharga bagi masyarakat khususnya Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, setempat. 

Dihimpun dari salah satu catatan lontar dari Babat Giri, disebutkan bahwa Telaga Giri dibuat bersamaan dengan pembangunan Giri Kedaton yang berdasar catatan berangka tahun 1400. 

Dan peninggalan yang masih tersisa adalah babakan yang terbuat dari kayu. 

Menurut Jazuli, babakan kayu tersebut selalu disucikan saat setibanya tradisi masyarakat rebo wekasan.

"Telaga dirawat masyarakat, setiap tahunnya ada kegiatan tradisi rebo wekasan. Saat itu akan ada pembersihan kayu yang ada dibawah dasar air telaga," jelasnya. 

Terkait dengan berdirinya Masjid Agung Gresik ini, lanjut Jazuli, merupakan bangunan baru seiring keberadaan telaga.

Masjid Agung Gresik dibangun Pemerintah Kabupaten Gresik dengan tujuan menjadi icon daerah. 

Dengan kubah segi empat, temlat ibadah utama Masjid ini berada di lantai dua. Sedangkan untuk lantai satu dipergunakan sebagai gedung pertemuan. 

"Ini sudah berdiri lebih 20 tahun. Masjid ini didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik dengan struktur bangunan jawa kuno," paparnya. 

Pihaknya berharap keberadaan telaga jejak Wali Sunan Giri ini dapat menjadi berkah untuk Masjid Agung Gresik. 

"Untuk meramaikan Masjid, pengurus Masjid juga menggelar kegiatan hampir setiap pekan. Khususnya untuk bulan ramadan ini," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow