Jalur Provinsi Malang–Kediri Terhambat Longsor, BPBD Imbau Pengguna Jalan Waspada

Insiden ini dipicu oleh ambrolnya Tembok Penahan Tebing (TPT) di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang menutup sebagian badan jalan.

14 Jan 2026 - 15:40
Jalur Provinsi Malang–Kediri Terhambat Longsor, BPBD Imbau Pengguna Jalan Waspada
Petugas gabungan memasang terpal pada area longsoran tembok penahan tebing di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, sebagai langkah penanganan darurat untuk mencegah longsor susulan yang sempat mengganggu arus Malang–Kediri. (Foto : BPBD for SJP)

MALANG, SJP — Akses utama jalur provinsi yang menghubungkan Malang dan Kediri sempat mengalami kelumpuhan parsial pada Selasa malam (13/1/2026). 

Insiden ini dipicu oleh ambrolnya Tembok Penahan Tebing (TPT) di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang menutup sebagian badan jalan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.25 WIB tersebut merupakan dampak langsung dari hujan deras yang mengguyur wilayah Malang Barat sejak Selasa sore. 

Struktur TPT dilaporkan tidak mampu menahan tekanan tanah yang jenuh air, sehingga material tanah dan bebatuan meluber ke jalur utama.

Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah sempat mengalami kemacetan. Petugas di lapangan terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup kendaraan demi keamanan dan kelancaran proses evakuasi material.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim asesmen begitu menerima laporan warga. Koordinasi lintas sektor segera dilakukan untuk mempercepat pemulihan jalur vital tersebut.

"Material longsor menutup sebagian jalan sehingga arus lintas Malang–Kediri sempat terganggu. Kami langsung melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengerahan alat berat," ujar Sadono saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

Proses pembersihan material melibatkan alat berat dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Meskipun terkendala oleh intensitas hujan ringan dan minimnya penerangan di lokasi kejadian, evakuasi berhasil diselesaikan pada dini hari tadi.

Guna memastikan keselamatan pengguna jalan, BPBD juga menggandeng unit Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan penyemprotan sisa-sisa lumpur pada badan jalan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi jalan yang licin yang berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.

"Saat ini akses jalan sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. Namun, kami telah berkoordinasi untuk penyemprotan jalan guna meminimalisir sisa material yang licin," tambah Sadono.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, otoritas kebencanaan mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra. 

Jalur Pujon merupakan wilayah dengan topografi perbukitan yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana tanah longsor, terutama di tengah puncak musim penghujan saat ini. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow