Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Kembali Dibuka Pascalongsor di KM 16

Jalur strategis antarkabupaten sekaligus penghubung antarprovinsi tersebut sudah dapat dilalui kendaraan sejak Jumat malam (6/3/2026), lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

07 Mar 2026 - 15:50
Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Kembali Dibuka Pascalongsor di KM 16
Kondisi jalur Trenggalek-Ponorogo KM 16. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP–Ruas jalan nasional penghubung Trenggalek-Ponorogo di kilometer 16 yang sebelumnya tertimbun material longsor akhirnya kembali dibuka untuk umum.

Jalur strategis antarkabupaten sekaligus penghubung antarprovinsi tersebut sudah dapat dilalui kendaraan sejak Jumat malam (6/3/2026), lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menyatakan bahwa pembukaan jalur tersebut dapat terlaksana lebih awal berkat percepatan penanganan oleh tim gabungan di lapangan.

"Hari Jumat 6 Maret 2026 tepat pukul 20.05 lalu lintas km 16 bisa difungsikan kembali setelah plat baja dipasang kurang lebih ada 14," ujar Triadi Atmono.

Sebelumnya, jalur tersebut tertutup material longsor berupa tanah dan bongkahan batu besar pada Selasa (3/3/2026) petang.

Longsoran tersebut menimbun badan jalan serta merusak bahu jalan, yang mengakibatkan akses utama antara Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo terputus total.

Pascakejadian, tim gabungan dari Kementerian Pekerjaan Umum, BPBD, Basarnas, serta instansi terkait segera melakukan penanganan darurat.

Proses evakuasi difokuskan pada pembersihan material longsor, terutama batu-batu berukuran besar yang menutup jalur utama.

Memasuki hari kedua penanganan, pekerjaan dilanjutkan dengan pengerukan material yang menumpuk di sekitar tembok pengaman jalan.

Selain itu, petugas melakukan pemasangan sheet pile baja sebagai penguat pada bahu jalan yang ambrol akibat terjangan material longsor.

Seluruh proses penanganan berhasil dituntaskan pada Jumat malam. Tepat pukul 20.05 WIB, jalur utama Trenggalek-Ponorogo di KM 16 resmi kembali difungsikan untuk semua jenis kendaraan.

"Kami berharap tidak terjadi hujan lebat maupun longsoran susulan sehingga jalur dua arah dapat digunakan dengan aman," ujar Triadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan darurat di lokasi bencana tersebut. Untuk sementara waktu, arus lalu lintas di lokasi masih diberlakukan sistem buka-tutup atau bergantian dari kedua arah guna memastikan keamanan pengguna jalan.

"Terima kasih semuanya yang telah terlibat langsung untuk berkaitan dengan kelancaran di kilometer 16 tepatnya Jalan Trenggalek Ponorogo kilometer 16," pungkas Triadi. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow