Menu Kering MBG di Bondowoso Dikeluhkan Warga, Satgas Pastikan Aduan Ditindaklanjuti

Satgas MBG Bondowoso menerima berbagai aduan mulai dari takaran hingga kualitas menu. Koordinator SPPG Mila Afriana Agustina memastikan setiap laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti.

07 Mar 2026 - 18:22
Menu Kering MBG di Bondowoso Dikeluhkan Warga, Satgas Pastikan Aduan Ditindaklanjuti
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina (foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan selama bulan Ramadan di Kabupaten Bondowoso menuai berbagai keluhan dari masyarakat. Mulai dari takaran, gramasi hingga kandungan gizi makanan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG yang juga Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, mengakui pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait pelaksanaan program tersebut.

“Kami sebenarnya sudah menyediakan kanal pengaduan. Bahkan ada juga masukan dari masyarakat yang disampaikan melalui berbagai pihak. Kami sangat berterima kasih karena itu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Usai bertemu dan bersilaturahmi dengan seluruh kepala SPPG dan mitra di Wisma Wakil Bupati, pria yang akrab disapa Ra As’ad itu menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditampung dan ditindaklanjuti.

“Jika ada kekurangan, baik dari mitra maupun SPPG, tentu harus segera dibenahi. Apa yang kurang harus dilengkapi dan apa yang belum baik harus kita perbaiki,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagian laporan masyarakat biasanya langsung disampaikan kepada Badan Gizi Nasional. Jika memerlukan penanganan di daerah, laporan tersebut kemudian diteruskan kepada tim di tingkat kabupaten.

“Langkah yang kami lakukan tentu menyesuaikan dengan aduan yang masuk. Misalnya terkait kualitas, kami melakukan monitoring langsung,” jelasnya.

Monitoring dilakukan oleh beberapa tim yang disebar ke sejumlah wilayah di Bondowoso, baik di kawasan barat maupun timur.

“Kami membagi tim untuk melakukan pemantauan di beberapa wilayah. Insya Allah kegiatan monitoring ini akan terus kami lakukan,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menegaskan setiap laporan masyarakat akan diverifikasi sebelum diteruskan kepada kepala SPPG untuk segera ditangani.

“Ketika kami mendapatkan laporan, tentu akan kami pilah terlebih dahulu. Setelah itu kami teruskan kepada kepala SPPG untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya kepada suarajatimpost.com.

Ia mencontohkan salah satu laporan yang diterima terkait kualitas buah yang diterima anak-anak.

“Misalnya ada masyarakat melaporkan anaknya mendapat buah yang busuk, seperti buah naga. Dari luar terlihat bagus karena sudah disortir di SPPG, tetapi setelah sampai di rumah dan dibuka ternyata busuk,” jelasnya.

Menurutnya, jika terjadi kasus seperti itu, pihak SPPG memiliki kewajiban mengganti menu yang tidak layak tersebut.

“Laporan seperti ini langsung kami sampaikan kepada pihak SPPG. Mereka wajib mengganti menu yang kurang layak agar anak-anak tidak dirugikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, aduan masyarakat sangat penting untuk membantu pengawasan program.

“Dari ribuan porsi yang disalurkan setiap hari, mungkin ada satu atau dua porsi yang kurang baik. Dengan adanya laporan masyarakat, kekurangan tersebut bisa segera diperbaiki dan diganti,” imbuhnya.

Mila juga memastikan bahwa setiap menu yang disediakan SPPG telah disesuaikan dengan standar gizi yang ditetapkan.

Menurutnya, setiap SPPG diwajibkan memiliki akun media sosial untuk melaporkan menu yang dibagikan setiap hari, termasuk harga dan gramasi bahan makanan.

“Di media sosial itu dilaporkan setiap hari menu apa yang diberikan, berapa harganya dan berapa gramasinya. Laporan tersebut juga disampaikan kepada tim Satgas Kabupaten,” katanya.

Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan apabila menu yang diterima tidak sesuai dengan yang dilaporkan.

“Kalau menu yang didapat tidak sesuai dengan yang diposting, silakan langsung dilaporkan kepada kami,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan terkait pagu anggaran bahan baku dalam program tersebut. Untuk porsi kecil yang diberikan kepada balita usia enam bulan hingga siswa kelas 3 SD, pagu bahan bakunya sebesar Rp8.000.

Sedangkan untuk porsi besar bagi siswa kelas 4 SD hingga ibu hamil dan ibu menyusui, pagu bahan bakunya sebesar Rp10.000.

“Perlu dipahami bahwa pagu tersebut khusus untuk bahan baku. Selain itu masih ada pagu untuk insentif mitra serta biaya operasional,” tandasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow