Berkah Ramadhan, Lampu Hias Pipa PVC Asal Probolinggo Tembus Pasar Mancanegara
Permintaan lampu hias produksi tangan (handmade) tersebut meningkat signifikan, bahkan pesanan datang dari berbagai negara di luar negeri.
PROBOLINGGO, SJP–Bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi perajin lampu hias berbahan pipa PVC di Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Permintaan lampu hias produksi tangan (handmade) tersebut meningkat signifikan, bahkan pesanan datang dari berbagai negara di luar negeri. Puluhan lampu hias dengan beragam motif dilaporkan telah dipesan oleh pelanggan mancanegara.
Produk kerajinan ini diminati karena memiliki desain unik, terutama motif kaligrafi yang menampilkan nuansa Islami saat lampu dinyalakan. Perajin lampu hias tersebut adalah Erwin Andi Prastika (33).
Ia menjalankan usaha kerajinan lampu PVC di kediamannya di Jalan Serma Abdurahman Gang 9, Kelurahan Wiroborang.
Dalam mengelola usaha tersebut, Erwin dibantu oleh sang adik, Wisnu Wardana. Setiap hari, keduanya memproduksi lampu hias sesuai pesanan pelanggan yang datang silih berganti.
Selain melayani pembeli domestik, Erwin juga rutin menerima pesanan internasional. Sejak awal tahun 2026 hingga memasuki bulan Ramadhan, tercatat sebanyak 86 pesanan lampu hias datang dari luar negeri.
Mayoritas pesanan berasal dari Turki dan sejumlah negara di kawasan Afrika yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tak hanya dari wilayah tersebut, lampu hias buatan Erwin juga diminati pelanggan dari negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, hingga Kanada.
Namun, motif yang dipesan oleh pelanggan dari wilayah Barat umumnya berbeda dengan pesanan dari negara-negara Islam.
“Jadi saya mulai menerima pesanan dari Eropa, Amerika, dan Kanada yang motifnya bukan kaligrafi, tetapi lebih ke gambar atau foto. Ketika lampu dinyalakan, akan muncul foto yang dikirim ke saya untuk dibuat,” kata Erwin Andi Prastika.
Dalam proses produksinya, lampu hias berbahan PVC ini melalui beberapa tahapan yang cukup mendetail. Tahap pertama adalah pemotongan pipa PVC sesuai ukuran dan panjang yang telah ditentukan.
Setelah itu, Erwin membuat pola desain menggunakan kertas. Pola tersebut dapat berupa kaligrafi, gambar tertentu, maupun desain khusus sesuai permintaan pelanggan.
Selanjutnya, pola dipindahkan ke permukaan pipa untuk kemudian diukir secara manual. Menurut Erwin, proses pengukiran menjadi tahap paling menantang karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi, terutama saat mengerjakan motif kaligrafi yang rumit.
Tingkat kerumitan ukiran tersebut turut memengaruhi harga jual produk. Semakin kompleks motif yang dipesan, maka waktu pengerjaan akan semakin lama.
Selain itu, ukuran lampu juga menjadi faktor penentu harga. Untuk harga lampu hias berbahan PVC ini, Erwin mematok mulai dari Rp70 ribu hingga jutaan rupiah. Harga tersebut menyesuaikan tingkat kesulitan desain serta dimensi lampu yang dipesan oleh pelanggan.
Agar tampilan lampu semakin menarik, tahap berikutnya adalah proses pengecatan. Pemilihan warna cat disesuaikan dengan keinginan pembeli. Namun, khusus untuk motif kaligrafi, warna yang paling sering digunakan adalah emas dan perak agar terlihat lebih elegan saat lampu menyala.
Meski melayani pesanan mancanegara, Erwin mengaku permintaan dari dalam negeri juga cukup tinggi, terutama selama bulan Ramadhan.
“Alhamdulillah, selain menyelesaikan pesanan dari luar negeri, pesanan dari dalam negeri juga cukup banyak. Jadi setiap hari saya terus memproduksi lampu hias ini,” pungkasnya. (*) Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

