Seleksi Banteng Jatim U-17 di Malang Membeludak, 250 Pemain Berebut Tempat Skuad Soekarno Cup
Tercatat sebanyak 250 pesepak bola kategori usia di bawah 17 tahun (U-17) yang berasal dari wilayah Malang Raya, Lumajang, hingga Probolinggo mengikuti seleksi ketat tersebut.
MALANG, SJP – Malang kembali mengukuhkan reputasinya sebagai basis talenta sepak bola nasional. Hal ini terepresentasi dari tingginya animo peserta dalam seleksi tim Banteng Jatim U-17 yang diinisiasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Ahad malam (8/3/2026).
Tercatat sebanyak 250 pesepak bola kategori usia di bawah 17 tahun (U-17) yang berasal dari wilayah Malang Raya, Lumajang, hingga Probolinggo mengikuti seleksi ketat tersebut.
Mereka bersaing memperebutkan posisi dalam skuad Banteng Jatim U-17 yang diproyeksikan berlaga pada kejuaraan Soekarno Cup di Surabaya, 27 Juli 2026 mendatang.
Tim Banteng Jatim sendiri memikul ekspektasi besar sebagai juara bertahan setelah sukses menyabet trofi pada turnamen serupa di Bali tahun lalu.
Agenda seleksi di Stadion Kanjuruhan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Eri Cahyadi, melalui prosesi tendangan bola pertama.
Eri Cahyadi hadir didampingi sejumlah fungsionaris DPD PDIP Jatim, di antaranya Daniel Rohi yang bertindak sebagai Manajer Banteng Jatim U-17, serta I Made Riandiana Kartika selaku Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan.
Turut memantau di lokasi, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Malang Raya Dewanti Rumpoko, Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, Ketua DPC PDIP Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhita, serta jajaran anggota legislatif dari Fraksi PDIP Kota Malang.
Eri Cahyadi mengapresiasi antusiasme masif para talenta muda dalam seleksi di Malang. Menurutnya, lonjakan jumlah peserta menjadi indikator kuat besarnya minat generasi muda terhadap sepak bola profesional. Ia pun mengakui Malang Raya sebagai daerah persemaian atlet berbakat yang konsisten.
“Kami berharap dari Malang nantinya ada yang bisa memperkuat tim Banteng Jatim. Tapi semuanya tergantung dari penilaian tim pelatih. Kami tidak akan mengintervensi keputusan pelatih,” tegas Eri dalam sambutannya, Ahad (8/3/2026).
Eri menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen politik partai dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini di Jawa Timur secara terstruktur.
“Tim Banteng Jatim ini juara bertahan. Semoga tahun ini juga bisa mempertahankan gelar,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Manajer Banteng Jatim U-17, Daniel Rohi, mengaku puas atas respons publik terhadap penyelenggaraan seleksi ini. Ia memaparkan bahwa tren serupa juga terjadi di daerah lain dengan angka partisipasi yang cukup signifikan.
“Di Banyuwangi diikuti 216 pemain, di Blitar 500 pemain, dan di Malang ada 250 pemain. Kami sangat puas karena antusiasme masyarakat luar biasa,” papar Rohi.
Rangkaian seleksi dijadwalkan berlanjut ke Kota Surabaya, yang diprediksi akan menyedot peserta dari daerah penyangga seperti Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, hingga Lamongan.
Daniel Rohi menjelaskan bahwa tim pelatih akan menjaring 18 pemain terbaik untuk mengisi skuad inti. Jumlah tersebut akan dikombinasikan dengan empat pemain lama yang sebelumnya berperan dalam meraih gelar juara.
Menatap Soekarno Cup 2026, persaingan dipastikan eskalatif menyusul penambahan kuota peserta turnamen.
“Tentu lebih berat. Dulu saat digelar di Banyuwangi hanya diikuti delapan tim, sekarang menjadi 16 tim,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

