Istri Tersangka Kasus Korupsi Proyek TBM Ancam Bongkar Bobrok Pemkot Mojokerto di Pengadilan
Sebab di Erny, suaminya hanyalah seorang seniman. Banyak berbagai karya Nugroho yang memiliki estetika indah. Baik itu berupa konstruksi atau seni rupa terapan.
KOTA MOJOKERTO, SJP—Kasus korupsi proyek pembangunan pusat jajanan serba ada (pujasera) berbentuk kapal di area Taman Bahari Majapahit (TBM) Kota Mojokerto terus diungkap oleh sejumlah pihak.
Setelah tersangka Nugroho alias Putut mengajukan diri sebagai justice colabolator (JC) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, kini giliran istri Nugroho yang mengungkap sederet pengakuan mengejutkan.
Bahkan istri Nugroho, Erny Mardiana mengancam akan membongkar bobroknya pengadaan proyek yang diduga dimainkan oleh sejumlah petinggi Pemkot Mojokerto itu.
Erny meyakini suaminya tidak bersalah. Sebab di matanya, Nugroho hanyalah seorang seniman. Banyak berbagai karya Nugroho yang memiliki estetika indah. Baik itu berupa konstruksi atau seni rupa terapan.
Di sisi lain, Erny menyebut suaminya merupakan pekerja dari penerima kontrak bernama Kholik. Artinya, Nugroho hanya pekerja atau mengerjakan lempengan pujasera berbentuk kapal itu dari bahan fiber.
"Harapannya tentu suami saya bebas. Karena suami saya bukan ASN atau bukan pejabat yang dengan sengaja menggelapkan uang negara. Suami saya seniman. Asli seniman," kata Erny saat diwawancarai di Kejari Kota Mojokerto, Jumat (18/7/2025).
Dengan mata berkaca-kaca, dirinya mengaku telah memegang sejumlah bukti atas kasus ini. Dia kembali menegaskan bahwa suaminya tidak bersalah.
"Suami saya ini pekerja. Mendapat pekerjaan dari sebuah proyek yang telah direncanakan. Suami saya ini pesuruh dari Kholik," sambung dia.
Erny saat ini tengah mempersiapkan dan turut membantu mengumpulkan rangkaian bukti dari kasus korupsi yang menyeret 7 orang ini, termasuk suaminya.
"Segalanya akan terbukti di pengadilan. Ada beberapa yang terlibat," ujarnya.
Erny mengaku telah menyimpan rapi sederet bukti percakapan dengan sejumlah orang yang mengarah pada kasus korupsi di lingkungan Pemkot Mojokerto.
"Semuanya ada. Saya hanya ingin dukungan masyarakat. Jangan ada lagi orang yang dizalimi. Rakyat kecil yang menjadi korban. Supaya semua bisa tahu, kami berjuang. Kalau ini tidak diungkap, kejahatan akan semakin merajalela," tandasnya.
Erny berkomitmen untuk membuka kebenaran berdasar pada bukti yang dia kantongi. Terlebih dalam kasus ini disebutnya keadilan benar-benar harus ditegakkan.
"Saya mohon maaf kepada masyarakat. Tentu saya sebagai istri ingin kebenaran harus dibuka seadil-adilnya, dan melalui Mas Hanum semua bisa menjadi terang benderang," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

