ISI Surakarta Resmi Hadir di Banyuwangi, Perkuliahan Perdana Dimulai

ISI Surakarta resmi memulai perkuliahan perdana di Banyuwangi pada 2 September 2025. Dua program studi awal, Tari dan Etnomusikologi, menjadi fokus pendidikan seni di kampus baru yang melibatkan dosen pusat serta maestro seni lokal.

05 Sep 2025 - 21:14
ISI Surakarta Resmi Hadir di Banyuwangi, Perkuliahan Perdana Dimulai
Perkuliahan perdana ISI Surakarta di Kampus Banyuwangi, jawa Timur. Selasa (2/9/2025). (Foto: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi)

BANYUWANGI, SJP – Penantian panjang para seniman dan budayawan Banyuwangi akhirnya terbayar. Selasa (2/9/2025) kemarin, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta resmi memulai perkuliahan perdana di kampus barunya yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo, bekas kantor BPN Banyuwangi.

Momen ini menjadi sejarah baru bagi dunia pendidikan seni di ujung timur Pulau Jawa. Harapan yang sempat terucap sejak 1990-an kini benar-benar menjadi nyata: Banyuwangi memiliki perguruan tinggi seni negeri.

Pada tahap pertama, ISI Surakarta menghadirkan Fakultas Seni Pertunjukan dengan dua program studi jenjang Sarjana (S1), yakni Etnomusikologi dan Tari. Kurikulum dirancang mengikuti standar ISI Surakarta, namun diperkaya dengan unsur budaya lokal Banyuwangi.

Para mahasiswa akan mempelajari mata kuliah seperti Pengantar Etnomusikologi, Antropologi Musik, Tari Klasik Surakarta, hingga materi khas Banyuwangi seperti Tabuhan Gandrung dan Angklung Blambangan.

Perkuliahan di Banyuwangi ini tidak hanya mengandalkan tenaga akademik dari pusat. Tercatat ada 18 dosen PNS ISI Surakarta, didukung 8 dosen praktisi seni lokal serta 5 dosen umum dari Banyuwangi.

Model pengajaran ini dirancang untuk menyatukan teori akademik dengan praktik seni tradisi. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya belajar dari ruang kelas, tetapi juga langsung dari maestro yang selama ini menjaga denyut budaya Blambangan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut kehadiran ISI Surakarta sebagai buah dari perjuangan panjang. Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas dan akan terus mendukung agar kampus ini berkembang.

“Ini merupakan harapan bertahun-tahun dari para seniman dan budayawan agar ada kampus seni di Banyuwangi,” kata Ipuk, dikutip dari Radar Banyuwangi.

Ketua Dewan Kesenian Blambangan, Hasan Basri, juga menyampaikan rasa syukur. Ia menilai kampus ini akan menjadi kawah candradimuka bagi regenerasi seniman Banyuwangi.

Cita-cita yang lama diimpikan ini akhirnya terwujud. Kita perlu mendukung bersama-sama suksesnya ISI Banyuwangi ini,” ujarnya.

Dengan dimulainya perkuliahan perdana ini, Banyuwangi resmi masuk dalam peta pendidikan seni nasional. Kehadiran ISI Surakarta bukan hanya untuk mencetak lulusan akademik, melainkan juga menjaga, mengembangkan, dan memperkaya warisan budaya lokal agar tetap lestari di tengah arus globalisasi. (**)

Editor: Rizqi Ardian 

Sumber: Dari Berbagai Sumber

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow