Koper Berisi Handuk Dingin di Bandara Juanda Ternyata Simpan Benur Senilai Rp 1,1 Miliar
Petugas Bandara Juanda menggagalkan penyelundupan 39 ribu benih lobster (benur) senilai Rp 1,1 miliar ke Singapura dengan modus disembunyikan pakai handuk dingin.
SIDOARJO, SJP – Modus tak biasa dalam upaya penyelundupan benih bening lobster (benur) ke luar negeri berhasil dibongkar petugas di Bandara Internasional Juanda. Untuk mengelabui petugas, pelaku nekat membungkus ribuan benur dengan handuk dingin agar tetap hidup, lalu menyembunyikannya di dalam koper bersama pakaian dan perlengkapan mandi.
Taktik ini terungkap saat petugas Satgaspam Bandara Juanda melakukan pemeriksaan di area keberangkatan internasional. Dari koper tersebut, petugas mengamankan sebanyak 39.927 ekor benur.
Komandan Satgaspam Bandara Juanda, Rai Terianom, mengungkapkan bahwa benur tersebut rencananya akan diterbangkan menggunakan maskapai Singapore Airlines.
“Benur ini hendak dikirim ke Singapura melalui penerbangan internasional, tetapi berhasil kami amankan saat pemeriksaan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Terkait cara pelaku menyembunyikan puluhan ribu ekor benur dengan handuk dingin di dalam koper berisi pakaian, Rai menyebutkan bahwa ini adalah cara yang terbilang baru untuk mengecoh petugas bandara.
“Modus ini berbeda dari metode umum yang biasanya menggunakan kantong khusus,” jelas Rai.
Dengan harga pasar sekitar Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per ekor, total nilai benur yang berhasil diamankan dari aksi penyelundupan ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 1,1 miliar.
Dari pemeriksaan awal, pelaku memang mengaku baru pertama kali melakukan aksinya melalui Bandara Juanda.
Meski demikian, aparat tidak berhenti sampai di situ. Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Polda Jawa Timur untuk proses hukum lebih lanjut, sekaligus mendalami kemungkinan adanya jaringan penyelundupan yang lebih besar.
Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya aparat untuk terus menekan praktik penyelundupan sumber daya laut dan menjaga kelestarian ekosistem perairan Indonesia. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Danu
What's Your Reaction?

