Inkubasi Bisnis di Gresik, Ajak Pelaku UMKM Tingkatkan Kualitas Produk
Seiring meningkatnya investasi di Gresik, keberadaan inkubator bisnis dan forum seperti Business Matching menjadi instrumen penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah.
GRESIK, SJP - Inkubasi Bisnis dan Business Matching digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terhadap puluhan pelaku UMKM, Jumat (28/11/2025).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 pelaku UMKM yang telah melalui seleksi dan pendampingan, terdiri dari 10 pengusaha batik, 9 usaha konveksi, dan 11 pengusaha makanan-minuman.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan, program ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk terhubung langsung dengan perusahaan dan kawasan industri di Gresik.
Ia menyebut, bahwa Gresik menjadi tempat yang tepat bagi investasi dan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan UMKM.
“Saya pernah sampaikan, tidak ada industri yang tumbuh di tengah masyarakat yang gagal. Saat ini Kabupaten Gresik menjadi tempat investasi yg cocok, karena kolaborasi yang hebat antara pemerintah dan industri serta berdampak konkrit ke UMKM kita," kata Bupati Yani.
Bupati Yani juga menegaskan jika produk UMKM Gresik tidak kalah dengan daerah lain. Pemkab Gresik berkomitmen bersama perusahaan dan UMKM harus menjalin komunikasi agar pelaku usaha lokal mampu terlibat dalam rantai pasok industri.
“Goal-nya adalah mengakselerasi masyarakat penerima bantuan sosial untuk naik secara ekonomi melalui UMKM yang maju dan mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskoperindag Gresik, Darmawan, mengungkap rangkaian program inkubasi bisnis ini jadi bagian upaya Pemkab Gresik meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku UMKM.
Selama program inkubasi berlangsung, peserta UMKM menerima materi strategis seperti legalitas usaha, branding, digital marketing, strategi produksi, kesiapan packaging, hingga penguatan model bisnis.
"Mereka juga menjalani proses coaching untuk memastikan kesiapan memasuki pasar yang lebih besar,” ungkap dia.
Darmawan berharap kegiatan ini mampu menghadirkan kolaborasi konkret antara pelaku UMKM dan perusahaan, serta membuka peluang pasar baru yang berkelanjutan.
"Ini bukan hanya tentang transaksi bisnis, tetapi membangun jaringan kemitraan ekonomi daerah yang lebih kuat,” tutupnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

