Inflasi Jawa Timur April 2025 Lebih Rendah dari Nasional
Dari 11 kabupaten/kota yang menjadi sampel survei, Banyuwangi mencatat inflasi tertinggi sebesar 2,38 persen, sementara Kabupaten Bojonegoro mencatat inflasi terendah sebesar 0,85 persen.
SURABAYA, SJP - Jawa Timur mencatat inflasi tahunan (y-on-y) sebesar 1,35 persen pada April 2025, berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,95 persen (y-on-y) pada periode yang sama.
Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, menyebut bahwa inflasi terjadi di seluruh 11 kabupaten/kota yang dijadikan sebagai sampel pengamatan Indeks harga konsumen (IHK) di Jatim.
"Secara umum, tekanan inflasi di Jawa Timur untuk April 2025 lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional," ucap Zulkipli saat dikonfirmasi pada Kamis (22/5/2025).
Selain inflasi tahunan, Jawa Timur juga mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,93 persen dan year-to-date (y-to-d) sebesar 1,23 persen. Angka itu menunjukkan bahwa Jatim mengalami inflasi 2 bulan berturut-turut setelah sebelumnya pada Januari dan Februari 2025 mengalami deflasi.
Kelompok Pengeluaran Penyumbang Inflasi
Inflasi y-on-y sebesar 1,35 persen didorong oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Di antaranya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi sebesar 10,38 persen, diikuti oleh penyediaan makanan dan minuman/restoran (2,07 persen) dan kesehatan (1,96 persen).
Kelompok lainnya yang turut menyumbang inflasi antara lain:
- Pendidikan: 1,46 persen
- Rekreasi, olahraga, dan budaya: 1,49 persen
- Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 1,38 persen
"Salah satu pemicu utama adalah berakhirnya diskon tarif listrik dari pemerintah sejak 28 Februari lalu," terang Zulkipli.
Namun demikian, terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks (deflasi), yaitu:
- Transportasi: -0,33 persen
- Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: -0,69 persen
"Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok perawatan pribadi, terutama disumbang oleh lonjakan harga emas perhiasan dan kebutuhan rumah tangga," jelas Zulkipli.
Inflasi Bojonegoro Terendah, Banyuwangi Tertinggi
Dari 11 kabupaten/kota yang menjadi sampel survei, Banyuwangi mencatat inflasi tertinggi sebesar 2,38 persen, sementara Kabupaten Bojonegoro mencatat inflasi terendah sebesar 0,85 persen.
"Meski Bojonegoro mencatat inflasi terendah, IHK (Indeks Harga Konsumen) di wilayah ini justru yang tertinggi, yaitu 109,71," pungkas Zulkipli. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

