Okupansi Masih Rendah, PHRI Batu Yakin Hunian Hotel Melejit Saat Libur Nataru

Dengan kesiapan pengelola hotel dan pola reservasi yang biasanya meningkat tajam menjelang akhir tahun, PHRI optimistis Kota Batu akan tetap ramai dan mencapai puncak kunjungan pada malam pergantian tahun.

23 Nov 2025 - 18:55
Okupansi Masih Rendah, PHRI Batu Yakin Hunian Hotel Melejit Saat Libur Nataru
Wisatawan yang berkunjung di Hotel Selecta Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pelaku perhotelan di Kota Batu mulai bersiap menghadapi lonjakan tamu. Meski tingkat hunian masih rendah di pertengahan November, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu tetap percaya diri okupansi bisa tembus 100 persen saat puncak liburan.

Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi pada Minggu (23/11/2025) mengakui pola reservasi tahun ini berbeda dari biasanya. Pada tahun-tahun sebelumnya, pemesanan kamar sudah terasa sejak awal November dan mulai mendekati 40 persen.

"Namun kondisi kali ini justru berkebalikan karena rata-rata hotel baru terisi sekitar 20 persen. Meskipun begitu, pihak hotel tidak panik sama sekali karena pola wisatawan kini cenderung melakukan pemesanan mendekati hari-H atau bahkan datang tanpa reservasi," paparnya 

Karena itu, ia menargetkan tingkat hunian berada pada rentang 90–100 persen selama Nataru. Sujud juga mencatat adanya pengecualian pada tipe akomodasi tertentu. Hotel dengan konsep glamping disebut menjadi magnet baru. Tren penginapan bernuansa alam itu membuat beberapa properti sudah menyentuh 50 persen okupansi.

Menyambut musim libur, sejumlah hotel menyiapkan paket acara untuk menarik tamu. Mulai dari gala dinner, pesta kembang api, hingga menghadirkan artis regional. Namun tidak semua memilih konsep besar-besaran karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Sebagian hotel hanya akan menggelar gala dinner sederhana.

“Konsep baru selalu menarik. Banyak tamu ingin mencoba pengalaman yang berbeda. Namun yang perlu dihitung juga tentang daya beli masyarakat memang terdampak, tetapi Kota Batu tetap memiliki keunggulan yang sulit disaingi," imbuhnya.

Destinasi yang sejuk, beragam pilihan wisata, serta suasana yang ramah keluarga membuat kota ini masih menjadi pilihan utama wisatawan. Sehingga Batu tetap punya identitasnya sendiri dan hal tersebut yang membuat orang kembali. (*)

Editor : Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow