Jaga Ketahanan Pangan, Pemdes di Gresik Sulap Lahan TKD Jadi Sentra Hidroponik Bernilai Ekonomis

Pemdes Klangonan terus melakukan berbagai trobosan, selain program ketahanan pangan Desa Klangonan dengan membuat tanaman hidroponik, kini pihak Desa juga telah berfokus pada pengenalan dan studi ke instansi dan sekolah- sekolah, khususnya yang ada di wilayah Gresik.

18 Oct 2023 - 07:45
Jaga Ketahanan Pangan, Pemdes di Gresik Sulap Lahan TKD Jadi Sentra Hidroponik Bernilai Ekonomis
Ibu-ibu bersama Kepala Desa dan Perangkat Desa Klangonan saat memerik sayuran hidroponik.

Kabupaten Gresik, SJP - Demi mewujudkan ketahanan pangan desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik menyulap lahan Tanah Kas Desa (TKD) menjadi setra budidaya tanaman Hidroponik.

Tak disangka, upaya tersebut berbuah hasil hingga mampu membangkitkan geliat ekonomi warga dan bernilai ekonomis.

Dirintis sejak November 2022, hasil panen tanaman Hidroponik Hidroponik Klangonan Lestari kini banyak diburu warga hingga luar kota.

Tidak hanya sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan warga, program ini juga telah menjadi salah satu tujuan alternatif edukasi siswa dalam menambah khasanah keilmuan.

Kepala Desa Klangonan Muhammad Ajir Sayuthi mengatakan, setra tanaman Hidroponik Pemdes Klangonan mulai dimanfaatkan instansi dan lembaga pendidikan untuk pengenalan dini dalam dunia pertanian dan pemahaman akan sayur sayuran segar tanpa bahan kimiawi yang dapat dikonsumsi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan asupan serat.

"Green House Klangonan Lestari Desa Klangonan ini mulai berdiri pada bulan November 2022 silam. Dan alhamdulillah sekarang hasilnya sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. Kalau musim panen tiba, jadi lokasi eduwisata sejumlah instansi dan lembaga pendidikan di Gresik. Anak- anak sekolah biasanya kesini untuk memetik sayur- sayuran segar langsung dari tangkainya," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa saat ini pihak Pemdes Klangonan terus melakukan berbagai trobosan, selain program ketahanan pangan Desa Klangonan dengan membuat tanaman hidroponik, kini pihak desa juga telah berfokus pada pengenalan dan studi ke instansi dan sekolah- sekolah, khususnya yang ada di wilayah Gresik.

"Saat ini kita menjual dan mengenalkan produk produk hasil panen kita ke sekolah sekolah terdekat Klangonan. Menjual ke pedagang keliling," terang dia.

Sementara itu, Perangkat Desa Klangonan sekaligus ketua program ketahanan pangan dana desa tahun 2022 Hengky Setiawan mengungkapkan, ide awal hidroponik (bercocok tanam tanpa menggunakan tanah) itu bermula dari keinginan Pemdes Klangonan, agar ibu-ibu rumah tangga di Klangonan memiliki kegiatan yang dapat membantu perekonomian mereka pascapandemi Covid-19.

"Jadi selain perangkat desa, juga ada ibu-ibu warga desa yang ikut membantu dalam kegiatan budidaya tanaman hidroponik Klangonan. Awalnya mereka secara sukarela. Dan sekarang kan sudah ada hasilnya, sehingga ibu ibu juga dapat tambahan pendapatan dari hidroponik ini," tuturnya.

Masih menurut Hengky, pihak Pemdes Klangonan kedepannya tidak hanya melakukan budidaya tanaman Hidroponik. Saat ini saja Pemdes Klangonan juga telah memulai membudidayakan ikan lele dalam ember plastik besar yang ditempatkan di depan area balai desa.

"Semenjak berdiri hingga saat ini sudah berjalan 3 tahun. Untuk pengurusan diatur piket. Adapun tanaman Hidroponik yang telah dikembangkan yakni Seledri, Selasa dan Pakcoy. Ada sebanyak tujuh instalasi Hidroponik dan satu instalasi pembibitan," jelas Hengky.

Sambil menunjukkan aneka sayur- sayuran Hidroponik segar pada awak media, perangkat desa Klangonan yang usianya masih terlihat muda itu, lalu memperagakan tahapan demi tahapan dalam proses pembibitan tanaman Hidroponik hingga akhirnya bisa dipetik dan jual ke pasaran.

"Untuk saat ini pangsa pasarnya ya ibu rumah tangga yang ada di sekitar Desa Klangonan, pedangan sayur keliling. Sebagian juga ada yang dipesan oleh sekolah- sekolah untuk media pembelajaran pengenalan sayur- sayuran segar tanpa bahan kimiawi," tandas dia.

Sedangkan Camat Kebomas, Moch Jusuf Ansyori menyambut baik trobosan ekonomi yang dilakukan Pemdes Klangonan. Menurutnya, semakin banyak desa berdaya yang mampu membangkitkan sektor ekonomi warganya, akan semakin mempercepat terwujudnya Indonesia menjadi negeri Baldatun Thayyibatun Wa Robbun Ghafur (Sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya).

"Kalau setiap Desa di seluruh Indonesia ini bersama- sama membangkitkan sektor ekonomi warganya, maka kesejahteraan segera terwujud, kemiskinan akan sirna dan Indonesia akan menjadi negara yang makmur yang disegani bangsa- bangsa lain di dunia," pungkasnya. (*)

Editor : Queen Ve

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow