Industrial di Gresik Jadi Sorotan Lantaran Minim Sumbangsih untuk PAD
Kota yang berjuluk Kota Industri dengan perusahaan skala besar menengah ke atas yang jumlahnya mencapai 900 pabrik itu, hanya menghasilkan PAD Rp1,3 triliun. Apabila dibandingkan dengan Kabupaten Jember yang jauh dari aktivitas industri mampu menghasilkan PAD yang nyaris sepadan Rp1,1 triliun.
GRESIK, SJP - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Lutfil Hakim, menyoroti pengaruh lingkungan industri yang minim berdampak ke pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Ia menyebut, kota yang berjuluk Kota Industri dengan perusahaan skala besar menengah ke atas yang jumlahnya mencapai 900 pabrik itu, hanya menghasilkan PAD Rp1,3 triliun.
Apabila dibandingkan dengan Kabupaten Jember yang jauh dari aktivitas industri mampu menghasilkan PAD yang nyaris sepadan Rp1,1 triliun.
"Sebetulnya kalau melihat daripada potensi yang ada, mestinya APBD Kabupaten Gresik ini lebih dari sekitar itu," kata Lutfil, dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI, Kamis (22/1/2026).
Lutfil mengatakan, pentingnya pemilihan kebijakan pemerintah daerah yang harus dievaluasi untuk peningkatan PAD.
Sebab kata dia, kalau PAD hanya mengandalkan retribusi pajak, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan lain sebagainya angkanya tidak bisa maksimal.
Namun kalau ada kreasi, serta kajian baru terkait penambahan PAD sektor industri yang bisa dicoba bahwa Pemkab Gresik bukan hanya menjadi rumah industri, tapi juga menjadi pemilik.
"Satirnya bahwa Gresik ini Kota Industri hanya menjadi tempat bukan menjadi pemilik," jelasnya.
Pihaknya juga menekankan pentingnya sinergi antara pers, pemerintah, dan DPRD dalam mengawal kebijakan publik.
Menurutnya, pengelolaan anggaran dan optimalisasi PAD harus menjadi perhatian bersama.
"Dengan jumlah perusahaan besar yang sangat banyak, seharusnya PAD Gresik bisa jauh lebih tinggi. Potensi ini perlu dikelola secara serius agar kemandirian daerah meningkat,” paparnya, dalam dialog bertajuk smart budgeting dan smart revenue sebagai arah baru peningkatan PAD untuk kemandirian daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, memaparkan sebagian besar PAD Kabupaten Gresik masih dari retribusi pajak, BPHTB, dan sebagainya. Tahun 2026 ini, Pemkab Gresik mulai melakukan penggalian PAD ke kawasan industri seperti JIIPE, KIG, dan sebagainya.
"Tahun 2026 ini kita mulai mendata negosiasi aturan bersama perusahaan seperti di JIIPE. Saat ini masih satu perusahaan negosiasi seperti Pt Freeport yang berpotensi sumbangsih miliaran," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

