Resah Maling Beruntun Sasar Kantor IBI dan PPNI, Pengurus Minta Polisi Bergerak Cepat
Tidak tanggung-tanggung, aksi pembobolan dan pengrusakan di fasilitas organisasi profesi tersebut telah terjadi sebanyak empat kali secara berturut-turut.
NGANJUK, SJP–Aksi pencurian secara beruntun menyasar gedung sekretariat organisasi profesi kesehatan di Kabupaten Nganjuk. Tak tanggung-tanggung, Kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Nganjuk telah dibobol maling sebanyak empat kali berturut-turut, disusul pembobolan di Kantor Sekretariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Nganjuk.
Ketua IBI Nganjuk, Anis Hanifah, mengungkapkan kronologi rangkaian pencurian yang menimpa kantornya. Kejadian pertama terjadi pada 22 Juni dengan hilangnya blower pendingin ruangan (AC) di lantai bawah. Tak berlangsung lama, pada 8 Juni, dua unit blower kembali digondol pelaku.
Aksi pencurian berlanjut pada 13 Juni. Pelaku mengembat dua unit AC beserta sejumlah perangkat IT penting milik kantor. Kejadian terbaru kembali terulang dengan perusakan lampu luar di lantai dua gedung serta pipa mesin pompa air (sanyo).
"Kalau ditotal, semua kerugian akibat kejadian ini kurang lebih mencapai Rp40 juta," tegas Anis Hanifah, Kamis (23/7/2026).
Pihak IBI Nganjuk telah melaporkan deretan kejadian ini ke Polsek Sukomoro serta Polres Nganjuk. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata barang yang hilang, serta menyelidiki modus operandi pelaku.
Anis berharap kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku yang dinilai sangat meresahkan.
"Harapan kami, tim kepolisian dari Polsek maupun Polres dapat segera menindaklanjuti dan menangkap pelakunya. Kami merasa sangat resah dan tidak nyaman lagi untuk menempatkan barang-barang berharga di kantor ini, padahal barang-barang tersebut sangat diperlukan untuk mendukung operasional organisasi," pungkas Anis.
Tak hanya kantor IBI, aksi serupa kini menimpa Kantor Sekretariat PPNI Kabupaten Nganjuk. Tempat sekretariat mereka disatroni pencuri yang mengincar barang-barang elektronik serta sarana penunjang operasional kantor.
Dalam aksi tersebut, pelaku berhasil mengembat 3 unit Air Conditioner (AC) yang terpasang di gedung sekretariat PPNI.
"Kerugian yang kami alami akibat hilangnya 3 unit AC tersebut ditaksir mencapai hampir Rp20 juta," ungkap Ketua PPNI Kabupaten Nganjuk, Muhammad Anwar Sunhadi, Kamis (23/7/2026).
Menurut Sunhadi, maraknya kasus pencurian beruntun yang menyasar gedung sekretariat organisasi profesi kesehatan ini sangat meresahkan. Aksi nekat para pelaku tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga mengganggu kelancaran kegiatan operasional pengurus dalam melayani para anggota.
"Pihak pengurus PPNI berharap aparat kepolisian dari Polres Nganjuk dapat segera mengusut tuntas serangkaian kasus pencurian ini, mengungkap modus para pelaku, serta meningkatkan patroli di area-area rawan guna memberikan rasa aman," kata Sunhadi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah resmi melaporkan peristiwa pencurian ini ke aparat kepolisian, baik di tingkat Polsek setempat maupun Polres Nganjuk.
"Kejadian ini sudah kami laporkan ke Polsek dan Polres Nganjuk agar segera ditindaklanjuti secara hukum," jelasnya.
Menanggapi aksi kejahatan yang meresahkan ini, Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah bekerja keras untuk mengungkap perkara tersebut.
"Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan (lidik) intensif oleh tim Reskrim/Buser. Kami terus mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi para pelaku," ujar AKP Fajar Kurniadi.
Fajar menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Kapolsek Sukomoro, AKP Mujiyanto, untuk memantau perkembangan hasil penyelidikan di lapangan.
Guna memberikan rasa aman dan mengantisipasi kejadian terulang, personel Bhabinkamtibmas serta Tim Patroli Patko pimpinan Polres Nganjuk dikerahkan untuk memperketat pengawasan di area sekitar lokasi kejadian, khususnya pada jam-jam rawan.
Pihaknya berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti keresahan warga dan jajaran tenaga kesehatan agar kegiatan operasional serta pelayanan dapat kembali berjalan dengan tenang.
"Kami memahami keresahan yang dialami oleh Ibu Anis dan pengurus IBI/PPNI. Kami mohon doa dan dukungannya agar para pelaku dapat segera kami amankan," pungkas AKP Fajar Kurniadi. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

