Freeport Indonesia Ajak Warga Gresik Siap Siaga Tanggap Darurat Bencana dari Rumah

Warga dibekali keterampilan menghadapi ancaman darurat di rumah, mulai dari penanganan kebocoran gas elpiji yang memicu kebakaran hingga evakuasi hewan liar. Pelatihan ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana PTFI yang menyasar total sembilan desa di sekitar area operasional perusahaan.

23 Jul 2026 - 17:59
Freeport Indonesia Ajak Warga Gresik Siap Siaga Tanggap Darurat Bencana dari Rumah
Foto: Pelatihan tanggap darurat PTFI bersama 200 warga yang digelar di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — PT Freeport Indonesia (PTFI) mengajak masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan tanggap darurat kebencanaan yang dimulai dari lingkungan rumah tangga. Langkah ini dinilai menjadi solusi aktif yang efektif untuk meminimalisasi dampak dan risiko bencana sejak dini.

Merespons pentingnya kesiapsiagaan tersebut, PT Freeport Indonesia menggelar pelatihan tanggap darurat bersama ratusan warga yang digelar tiga batch di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

​Dalam kegiatan ini, warga dibekali keterampilan menghadapi ancaman darurat di rumah, mulai dari penanganan kebocoran gas elpiji yang memicu kebakaran hingga evakuasi hewan liar. Pelatihan ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana PTFI yang menyasar total sembilan desa di sekitar area operasional perusahaan.

"Kegiatan pelatihan kesiapsiagaan dan tanggap darurat kebencanaan desa ini diselenggarakan sebagai wujud dan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Perusahaan mendorong terciptanya lingkungan desa yang aman dan tangguh serta membangun budaya siap-siaga bencana di masyarakat," kata Wakil Kepala Teknik Tambang PT Freeport Indonesia (PTFI), Sony Suryanto, Kamis (23/7/2026).

Sony menjelaskan, pelatihan tersebut menggabungkan pemaparan materi, demonstrasi, simulasi evakuasi, hingga praktik penggunaan alat pemadam sederhana. Metode ini diterapkan agar masyarakat memahami langkah mitigasi secara tepat, mulai dari tindakan respons awal, prosedur evakuasi yang aman, hingga koordinasi penanganan darurat di tingkat desa.

Masyarakat juga diharapkan mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, tanggap, dan siap siaga terhadap potensi bencana.

"Keterlibatan perangkat desa, kader masyarakat, tokoh masyarakat, dan relawan menjadi contoh nyata bahwa budaya sadar bencana dapat dibangun mulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar," jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Gresik, Daniel Andayawan, turut mengapresiasi langkah nyata PT Freeport Indonesia dalam mitigasi kesiapsiagaan tanggap darurat yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Ia berharap, dengan pelatihan ini warga akan mendapat wawasan dan pengalaman bagaimana langkah tepat mencegah sumber kebencanaan non—alam seperti kebakaran dan evakuasi hewan liar. 

"Melalui sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat, kita bangun desa-desa yang lebih resilien dan tangguh bencana," tutup dia, yang ikut serta dalam pelatihan kesiapsiagaan tanggap kedaruratan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow