Momen HUT ke-80 RI, Penyewaan Baju Karnaval di Kota Blitar Banjir Pesanan
Momen HUT ke-8 RI, penyewaan baju karnaval di Kota Blitar dibanjiri pesanan. Pemesan baju karnaval yang dibuat oleh Agus Anggoro Triono alias Salim, rata-rata dari luar kota. Seperti, Malang, Madura, Pasuruan, Surabaya dan lain lain.
KOTA BLITAR, SJP - Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Insonesia (RI), usaha penyewaan baju karnaval di Kota Blitar kebanjiran pesanan. Para orang tua, terutama kaum perempuan sudah mulai berburu kostum karnaval sejak jauh hari agar anak-anak atau bahkan mereka bisa tampil maksimal dalam acara karnaval atau pawai yang digelar di daerah masing-masing.
Seperti yang terlihat di SRD management di Jalan Jati, Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar merupakan salah satu tempat penyewaan kostum ternama di Blitar.
Pada momen HUT ke-80 atau di bulan Agustus 2025 ini, pesanan baju karnaval di tempat Agus Anggoro Triono alias Salim mencapai 10.000 kostum. Di mana, kostum atau baju yang ada ditempatnya diproduksi sendiri.
"Agustus ini memang bulan yang ditunggu perajin kostum karnaval. Banyak sekali pesanan, dan hari ini saya sudah menutup pesanan baju karnaval untuk bulan Agustus," kata Salim, saat ditemui Rabu (13/8/2025).
Salim menjelaskan, pada momen HUT ke-80 RI ini, pelanggan yang memesan baju karnaval di tempatnya tidak hanya dari warga Kota Blitar. Melainkan dari Malang, Pasuruan, Surabaya, Yogyakarta hingga Madura.
Dari 10.000 kostum yang dipesan pelanggan pada bulan Agustus ini, puncaknya paling banyak pada tanggal 23 Agustus 2025. Pada tanggal tersebut, Salim melayani pesanan baju karnaval sekitar 1.000 pcs dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Paling banyak itu pesanan di tanggal 23 Agustus 2025, ada 1.000 kostum yang sudah dipesan. Itu terdiri dari kostum besar ada 60 pcs, kostum ratu 20 pcs dan baju adat sekitar 900 pcs," jelasnya.
Saat ditanya mengenai harga sewa baju karnaval yang ia buat, Salim mengaku bervariasi. Mulai dari Rp50.000 untuk satu kostum pasukan kebaya joged dan sekali event. Lalu, kostum karnival, seperti gala, raja dan ratu mulai dari ratusan ribu hingga mencapai Rp1,5 juta sekali event.
Pada momen HUT ke-80 RI, ada satu kostum yang menjadi trend dan paling banyak dipesan pelanggan, yakni kostum ratu dan raja.
"Trendnya yang sekarang itu kostum yang ratu-ratu, banyak permintaan dan dipesan pelanggan," ucapnya.
Menurut Salim, pesanan baju karnaval pada Agustus tahun 2025 menurun jika dibandingkan dengan bulan Agustus di tahun 2024. Penurunan ini disebabkan karena dampak kebijakan pembatasan penggunaan sound system di kegiatan karnaval.
"Ada beberapa pesanan kostum di cancel, karena kebijakan sound itu. Selain itu, juga ada pengurangan acara disini, akibat efisiensi anggaran. Kemudian tahun ini juga banyak perajin kostum karnaval," ujarnya.
Pria berusia 35 tahun itu menceritakan mulai menekuni usaha kerajinan dan persewaan baju karnaval sejak tahun 2015. Mulanya, ia membuat kostum untuk dipakai sendiri pada kegiatan teater dan karnaval. Lalu, ada beberapa teman yang berminat untuk dibuatkan baju atau kostum karnaval di tempatnya.
Sejak saat itulah, baju atau kostum karnaval yang ia buat mulai dikenal masyarakat luas. Puncaknya pada tahun 2017, ketika trend nya karnaval dengan model gala, pesanan baju karnaval ditempatnya meledak atau meningkat drastis.
"Basic saya itu sebenarnya penjahit dan teater dan di tahun 2010, saya mulai buat kostum karnaval, tapi saya pakai sendiri. Dari situ ternyata banyak yang berminat dan pesan ke saya, dan akhirnya mulai saya tekuni," ceritanya.
Lebih lanjut Ia menambahkan pada tahun 2020 atau saat pandemi Covid-19 usaha kerajinan dan sewa baju atau kostum karnaval ditempatnya berhenti. Karena adanya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, dan salah satunya kegiatan karnaval ditiadakan.
"Saat Covid-19 berhenti total dan saya sempat buat usaha dekorasi pengantin. Setelah pandemi mereda, saya kembali menekuni usaha kerajinan dan sewa kostum karnaval. Saat itu, jadi berkembang tidak hanya baju karnaval, tapi juga rias dan dekorasi pengantin," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

