Industri di Gresik Terpukul Akibat PDAM Bocor, Pangkas Jam Kerja hingga Liburkan Karyawan

Tidak hanya melumpuhkan pasokan air ke ribuan rumah warga, krisis air bersih ini mulai merambah sektor manufaktur di kawasan industri Kabupaten Gresik.

09 Jan 2026 - 14:00
Industri di Gresik Terpukul Akibat PDAM Bocor, Pangkas Jam Kerja hingga Liburkan Karyawan
Kantor Pusat Perumda Giri Tirta Gresik atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Kebocoran pipa utama milik Perumda Giri Tirta Kabupaten Gresik di Jalan Raya Daendels, Kecamatan Manyar, rupanya telah berdampak serius. 

Tidak hanya melumpuhkan pasokan air ke ribuan rumah warga, krisis air bersih ini mulai merambah sektor manufaktur di kawasan industri Kabupaten Gresik. 

Sejumlah perusahaan besar di kawasan industri, seperti anak usaha Wings Group PT Karunia Alam Segar (KAS), PT Smelting, PT Petro Oxo Nusantara (PON), hingga kawasan industri Maspion, dilaporkan terdampak signifikan oleh gangguan distribusi air ini.

Muncul isu di lapangan bahwa beberapa perusahaan mulai memangkas jam kerja hingga meliburkan karyawan akibat terhentinya operasional yang bergantung pada pasokan air. 

Namun, Humas Kantor Pusat Perumda Giri Tirta, Ismail Jaya, memberikan klarifikasi berbeda.

Meski membenarkan adanya informasi mengenai pengurangan jam kerja, Jaya menampik bahwa gangguan air bersih menjadi faktor tunggal penyebab kebijakan tersebut.

"Saya mendengar kabar tersebut (pemangkasan jam kerja), namun menurut pandangan kami bukan karena masalah air, melainkan kemungkinan kendala di sisi pemasaran produk perusahaan masing-masing," kata Ismail, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menawarkan solusi darurat bagi sektor industri. 

Perumda Giri Tirta mempersilakan perusahaan untuk mengambil air bersih secara gratis menggunakan armada tangki mandiri.

"Kebutuhan industri sangat besar, sementara armada tangki kami terbatas hanya satu unit. Kami fasilitasi pengambilan air gratis jika perusahaan menyediakan tangki sendiri. Namun, sejauh ini belum ada permintaan resmi dari pihak perusahaan," tambahnya.

Krisis air bersih ini bermula dari kebocoran pipa HDPE berdiameter 630 mm yang terjadi sejak Sabtu (3/1/2026). 

Jalur distribusi yang berada di sisi jalur nasional tersebut mengalami kerusakan serius yang semula diprediksi rampung dalam 36 jam.

Namun, proses perbaikan meleset dari target dan kini telah memasuki hari ketujuh. Kendala teknis utama di lapangan adalah kondisi tanah di lokasi penggalian yang labil dan terus mengalami longsoran, sehingga menyulitkan petugas teknis untuk mencapai titik kebocoran pipa secara aman.

Keterlambatan penanganan ini memicu keluhan luas. Selain kerugian operasional di sektor industri, ribuan pelanggan rumah tangga di Kecamatan Manyar dan sekitarnya terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air tangki swasta guna memenuhi kebutuhan domestik.

Perumda Giri Tirta menyatakan terus berupaya melakukan percepatan perbaikan di titik Jalan Raya Daendels agar distribusi air ke kawasan industri dan pemukiman dapat segera normal kembali dalam waktu dekat. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow