Sejumlah SMP Negeri di Tulungagung Buka SPMB Gelombang 2, Ada Sekolah yang Baru Terima Dua Siswa

Sekolah dengan jumlah penerimaan terendah adalah SMP Negeri 1 Atap Sendang yang hanya menerima dua siswa. Selain itu, SMP Negeri 2 Ngantru menerima tujuh siswa, SMP Negeri 2 Rejotangan menerima delapan siswa, dan SMP Negeri 2 Pucanglaban menerima sembilan siswa.

30 Jun 2026 - 18:30
Sejumlah SMP Negeri di Tulungagung Buka SPMB Gelombang 2, Ada Sekolah yang Baru Terima Dua Siswa
Kasi Kelembagaan Bidang SD Disdik Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Tulungagung terpaksa membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang kedua. Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat sekolah yang belum memenuhi kuota atau pagu penerimaan siswa baru pada pelaksanaan SPMB 2026.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung mencatat, seluruh SMP Negeri yang mengikuti seleksi gelombang pertama telah menuntaskan proses daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan lolos. Meski demikian, masih ada sejumlah sekolah yang jumlah pendaftarnya sangat minim sehingga diperlukan pembukaan pendaftaran tahap lanjutan.

Kasi Kelembagaan Bidang SD Disdik Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan sebanyak 48 SMP Negeri telah melaksanakan daftar ulang setelah proses seleksi online selesai dilaksanakan.

“Untuk pelaksanaan daftar ulang di Kabupaten Tulungagung, seluruh 48 SMP Negeri sudah melaksanakan daftar ulang bagi siswa yang diterima melalui seleksi online. Persentase daftar ulang mencapai 100 persen karena seluruh satuan pendidikan telah menerima siswa pada seleksi sebelumnya,” kata Rifka, Selasa (30/6/2026).

Meski capaian daftar ulang mencapai 100 persen, jumlah siswa yang diterima di beberapa sekolah masih jauh dari kapasitas yang tersedia. Berdasarkan data Disdik Tulungagung, terdapat sejumlah sekolah dengan jumlah pendaftar di bawah 10 siswa.

Sekolah dengan jumlah penerimaan terendah adalah SMP Negeri 1 Atap Sendang yang hanya menerima dua siswa. Selain itu, SMP Negeri 2 Ngantru menerima tujuh siswa, SMP Negeri 2 Rejotangan menerima delapan siswa, dan SMP Negeri 2 Pucanglaban menerima sembilan siswa.

Rifka menjelaskan, pembukaan SPMB gelombang kedua dilakukan untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tingkat SMP tetap memperoleh akses pendidikan dan tidak ada siswa yang tertinggal karena belum lolos pada tahap sebelumnya.

“Pertimbangannya kami harus memastikan siswa usia sekolah jenjang SMP yang belum lolos pada gelombang pertama tetap mendapatkan hak pendidikannya. Sekolah yang pagunya masih kurang akan dibuka kembali agar bisa diisi siswa,” ujarnya.

Pendaftaran SPMB gelombang kedua dijadwalkan dibuka mulai 1 Juli 2026. Selanjutnya, proses seleksi dan verifikasi dilakukan pada 2 Juli, pengumuman hasil seleksi pada 3 Juli, dan daftar ulang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026.

Menurut Rifka, jumlah sekolah yang diperkirakan membuka gelombang kedua sekitar empat hingga lima sekolah, meski angka tersebut masih menunggu pembaruan data secara final.

Ia juga menepis anggapan bahwa sekolah yang membuka gelombang kedua merupakan sekolah pinggiran. Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor sebaran geografis dan pilihan masyarakat.

“Kalau bagi kami tidak ada istilah sekolah pinggiran atau sekolah tengah. Mungkin lebih kepada letak geografis masing-masing sekolah,” jelasnya.

Rifka menambahkan, sejumlah SMP di wilayah perkotaan juga masih membuka pendaftaran gelombang kedua, di antaranya SMP Negeri 1 Kedungwaru, SMP Negeri 4 Tulungagung, SMP Negeri 5 Tulungagung, dan SMP Negeri 6 Tulungagung. Sementara beberapa sekolah lain telah memenuhi kuota, seperti SMP Negeri 1 Campurdarat, SMP Negeri 1 Gondang, dan SMP Negeri 1 Kauman.

Pada pelaksanaan gelombang kedua, mekanisme penerimaan juga mengalami penyesuaian. Jalur yang dibuka hanya menggunakan jalur domisili dan tidak lagi menerapkan jalur prestasi, afirmasi, maupun perpindahan tugas orang tua sebagaimana pada tahap pertama.

“Empat jalur tersebut sudah digunakan pada gelombang pertama. Untuk gelombang kedua fokusnya agar siswa tetap bisa mendapatkan sekolah dan memperoleh hak pendidikannya,” pungkas Rifka. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow