Hujan Diprediksi Terjadi hingga Maret 2025, Ini Imbauan BPBD untuk Warga Kota Probolinggo

BPBD Kota Probolinggo menguraikan beberapa potensi yang berujung bencana seperti hujan dan angin kencang yang perlu diwaspadai masyarakat

05 Feb 2025 - 18:45
Hujan Diprediksi Terjadi hingga Maret 2025, Ini Imbauan BPBD untuk Warga Kota Probolinggo
Jalanan di Kota Probolinggo yang tergenang air pasca hujan (Rahmad/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Warga di Kota Probolinggo rupanya perlu meningkatkan kewaspadaan akan bencana di tengah musim hujan yang diprediksi terus terjadi hingga Maret 2025.

Hal itu disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang menguraikan beberapa potensi yang berujung bencana seperti hujan dan angin kencang.

Saat ini, kita telah memasuki puncak musim penghujan, di mana BPBD Kota Probolinggo telah memetakan berbagai bencana yang dapat terjadi seperti banjir, genangan air, banjir rob, dan angin kencang dengan kecepatan maksimal 18 km per jam.

Untuk menghadapi situasi ini, BPBD Kota Probolinggo telah mengambil langkah-langkah penting, mulai dari mendirikan posko siaga bencana hidrometeorologi, menyiagakan personel dan peralatan, hingga persiapan logistik, serta melakukan pemantauan melalui sistem IT di ruang Pusdalops dan titik-titik rawan.

Ada beberapa daerah yang jadi titik fokus pengawasan BPBD Kota Probolinggo dalam menangani hujan yang berdampak pada bencana banjir. 

Di antaranya, aliran sungai Kedunggaleng di Kelurahan Kedunggaleng, Kelurahan Kedungasem dan Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih.

Kemudian aliran sungai Legundi Kelurahan Kareng Lor, Kelurahan Pohsangit Kidul Kecamatan Kademangan termasuk aliran sungai Kasbah Kanigaran, Sukabumi, Pilang.

"Kami ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, termasuk selokan agar tidak sampai tersumbat. Hindari keluar rumah saat hujan turun, serta tetap jaga kesehatan tubuh anda," kata Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, Sugito Rabu (5/2/2025).

Hal itu, menurutnya perlu upaya secara bersama-sama guna mempersiapkan diri menghadapi musim hujan ini demi keselamatan bersama.

"Kami tekankan pentingnya kerja sama dan kesigapan dalam menghadapi ancaman bencana alam. Semua pihak diharapkan dapat saling bahu membahu dalam menghadapi situasi yang mungkin terjadi, agar kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisasi," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow