Hujan Deras Picu Bencana Beruntun di Bondowoso, Gedung GKJW Ambruk
Sedikitnya 11 titik bencana terjadi akibat cuaca ekstrem di Bondowoso. Bupati Abd Hamid Wahid meninjau lokasi dan meminta warga di kawasan rawan segera evakuasi.
BONDOWOSO, SJP – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso pada Rabu (4/3/2026) memicu sejumlah kejadian bencana. Salah satu yang paling parah adalah ambruknya atap Gedung Serbaguna Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Ahmad Yani Nomor 51, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso.
Atap bangunan dilaporkan roboh total setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak siang hingga sore hari. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi bangunan sekaligus memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
Selain gedung GKJW, ia juga mengunjungi sejumlah titik longsor dan kerusakan bangunan lain yang tersebar di beberapa kecamatan.
Menurut bupati, cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir telah meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan dengan kontur tanah labil dan tebing yang tergerus aliran air hujan.
“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami sudah sarankan untuk segera evakuasi dan tidak lagi menempati lokasi tersebut. Kita tidak pernah tahu kapan air kembali menggerus dan meruntuhkan bangunan,” tegasnya di sela peninjauan.
Salah satu titik yang menjadi perhatian serius berada di area tebing yang terus mengalami pengikisan. Kondisi tanah yang jenuh air dan struktur yang labil dikhawatirkan memicu longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah merekomendasikan warga di sekitar lokasi rawan untuk mengosongkan rumah sementara waktu. Pendekatan persuasif dilakukan agar masyarakat memahami risiko yang ada dan bersedia mengutamakan keselamatan.
Tak hanya itu, Pemkab juga mencatat sedikitnya 11 titik bencana yang terjadi hampir bersamaan, mulai dari longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan akibat terpaan hujan dan angin kencang.
Untuk mempercepat penanganan, tim penanggulangan dibagi dalam beberapa kelompok dan berkolaborasi dengan pihak kecamatan serta relawan.
“Alhamdulillah seluruh titik bisa tertangani dengan baik,” ujarnya.
Pemkab Bondowoso terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga saluran drainase tetap bersih, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi bahaya lainnya.
Langkah mitigasi dan respons cepat diharapkan mampu meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material apabila cuaca ekstrem kembali terjadi. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

