Waspada! BMKG Deteksi Tiga Bibit Siklon Tropis, Jawa Timur Berpotensi Diterjang Angin Kencang

BMKG mendeteksi tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia hingga Selasa (3/3). Fenomena ini berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah daerah.

05 Mar 2026 - 08:25
Waspada! BMKG Deteksi Tiga Bibit Siklon Tropis, Jawa Timur Berpotensi Diterjang Angin Kencang
Infografis BMKG menunjukkan posisi tiga bibit siklon tropis 90S, 93S, dan 92P yang terpantau hingga 3 Maret 2026. Fenomena ini berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. (Foto: BMKG)

JAKARTA, SJP — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Dampak yang ditimbulkan: sejumlah kawasan di Indonesia berpotensi terjadi peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah provinsi. Sementara, angin kencang berpeluang terjadi di Jawa Timur.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan berdasarkan pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta hingga pukul 07.00 WIB, terdapat tiga sistem yang aktif, yakni Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di sebelah barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar (hoaks),” kata Faisal, Selasa (3/3).

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan berdasarkan analisis terbaru, Bibit Siklon 90S memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan. Sementara itu, Bibit Siklon 93S dan 92P memiliki peluang rendah, namun tetap berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap cuaca dan kondisi perairan Indonesia.

“Kemunculan ketiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan serta memicu pemusatan massa udara. Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia, serta terbentuknya area pertemuan angin (konfluensi) di sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

BMKG memetakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Selain itu, angin kencang berpeluang terjadi di Bali, DI Yogyakarta, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan pesisir selatan Papua Selatan.

Plh. Direktur Meteorologi Publik, Ida Pramuwardani, menyebut peningkatan kecepatan angin turut berdampak pada kondisi gelombang laut. Gelombang kategori sedang hingga tinggi 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudra Hindia barat Kep. Mentawai.

Sementara itu, gelombang tinggi 2,5-4 meter diperkirakan muncul di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

“BMKG menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara intensif dan memperbarui informasi perkembangan sistem tersebut secara berkala,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang, serta mengantisipasi dampak hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan tanah longsor di wilayah rawan.

Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta memperhatikan prakiraan tinggi gelombang sebelum berlayar. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal Info BMKG serta laman https://tropicalcyclone.bmkg.go.id (**)

Sumber: bmkg.go.id

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow