Jembatan Besuk Jadi Konektivitas Baru Bondowoso dengan Situbondo

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Besuk di Bondowoso senilai Rp6,9 miliar. Infrastruktur ini memperlancar konektivitas Bondowoso–Situbondo, mendukung arus ekonomi Tapal Kuda, dan menjadi simbol sinergi pembangunan daerah pasca-perbaikan jalur Gumitir.

02 Nov 2025 - 11:02
Jembatan Besuk Jadi Konektivitas Baru Bondowoso dengan Situbondo
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan Wabup As'ad Yahya Syafi'i saat meninjau kontruksi Jembatan Besuk di Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso yang baru saja diresmikan dan menjadi konektivitas baru Bondowoso dengan Situbondo (foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP -  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Besuk di Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (1/11/2025) kemarin. Infrastruktur ini menjadi penghubung penting jalur ekonomi kawasan Bondowoso–Situbondo–Tapal Kuda yang diharapkan mampu memperlancar konektivitas sekaligus mengantisipasi tantangan logistik saat musim penghujan.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Besuk merupakan langkah strategis untuk memperkuat akses dan mobilitas masyarakat di kawasan timur Jawa Timur.

“Kalau Jembatan Besuk ini memang sudah saatnya penggantian," ujarnya Khofifah usai peresmian di di halamam Asper KBKPH Wonosari, sembari melihat keindahan bunga Desember yang mekar.

Penggantian Jembatan Besuk memang membuat kemacetan yang signifikan beberapa waktu lalu, karena proses pembangunannya bersamaan dengan peningkatan jalan di Guning Gumitir.  

Bahkan, Gubernur juga menyampaikan jika konektivitas antara Bondowoso dan Situbondo juga dibangun di sisi barat, tepatnya di jalur Situbondo menuju Arak-arak.

"Sekarang ini, insya Allah pertengahan Desember selesai jalur Situbondo menuju Arak-Arak. Jalannya cukup lebar, mudah-mudahan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap mantan Menteri Sosial ini.

Khofifah menambahkan, meski Jembatan Besuk tampak tidak terlalu panjang, keberadaannya memiliki arti besar bagi masyarakat.

"Jembatan ini mampu memaksimalkan konektivitas ekonomi, perdagangan, sosial, dan pendidikan di kawasan Tapal Kuda. Saya berharap Camat Klabang dan warga sekitar bisa menjaga serta merawat jembatan ini karena merupakan aset kita bersama,” pesannya.

Dengan diresmikannya Jembatan Besuk, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmen menghadirkan infrastruktur tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur seperti ini bukan hanya tentang fisik, tapi tentang memperkuat konektivitas manusia, ekonomi, dan rasa kebersamaan antarwilayah,” tutup Gubernur Khofifah.

Telan Anggaran Rp6,9 Miliar, selama 240 Hari Pengerjaan

Kepala Dinas PU Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, menjelaskan bahwa Jembatan Besuk memiliki panjang 24 meter dan lebar 9 meter, dengan nilai anggaran sebesar Rp6,9 miliar. Proyek ini diselesaikan dalam waktu 240 hari, terhitung sejak 27 Februari hingga 24 Oktober 2025.

"Peningkatan kapasitas jembatan ini sangat vital karena menjadi ruas jalur ekonomi strategis yang menghubungkan Bondowoso dengan Situbondo dan wilayah Tapal Kuda lainnya," tukasnya.

Harapan Baru dari Bondowoso

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid yang ikut hadir dalam peresmian Jembatan Besuk, Kecamatan Klabang, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Peresmian ini bukan hanya seremonial, tapi bukti nyata terwujudnya harapan masyarakat. Setelah berbulan-bulan, kita akhirnya bisa menikmati kembali konektivitas yang lebih baik,” katanya.

Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga menyinggung pentingnya jembatan saat terjadi kelangkaan BBM beberapa waktu lalu. Kala itu, jalur Banyuwangi ditutup dan arus distribusi dialihkan lewat Bondowoso, namun jembatan lama tidak mampu menampung kendaraan tangki berkapasitas di atas 18 ribu kiloliter, sehingga distribusi terganggu.

“Sekarang dengan jembatan baru, jalur penghubung antara Bondowoso dan Situbondo kembali normal. Ini penting sekali menjelang musim penghujan,” tambahnya.

Usulan Jalur Nasional dan Masa Depan Transportasi Tapal Kuda

Selain itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid juga mengusulkan agar jalur Bondowoso–Ijen–Licin–Banyuwangi bisa ditingkatkan statusnya menjadi Jalur Nasional, seperti ruas jalan di wilayah Banyuwangi. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik dan pariwisata antarwilayah.

Gubernur Khofifah menyambut baik usulan tersebut dan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci untuk memperkuat infrastruktur dan perekonomian kawasan Tapal Kuda.

Peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati  As’ad Yahya Syafi’i, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda Bondowoso, serta sejumlah kepala dinas provinsi. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow