Jejak Madura di Desa Pringgodani Malang, Abadikan Semangat Gotong Royong
Mayoritas warga Desa Pringgodani berasal dari suku Madura yang dikenal menjunjung tinggi nilai gotong royong.
MALANG, SJP — Semangat gotong royong masih menyala kuat di kawasan kaki perbukitan selatan Kabupaten Malang. Tepatnya di Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur.
Warga yang mayoritas berasal dari suku Madura mempertahankan budaya saling membantu, yang sudah lama menjadi identitas sosial mereka.
Hal ini tampak dalam suasana Dusun Sengon, RT 16 RW 02, saat warga setempat tumpah ruah ke jalanan. Mereka membawa alat-alat sederhana. Bekerja bersama memperbaiki akses jalan desa yang rusak.
Bukan karena upah atau kewajiban, mereka kompak gotong royong melakukannya karena didorong oleh rasa memiliki dalam jiwa mereka.
“Ini jalan kami bersama, dan kami ingin membuatnya nyaman. Dibangun dari dana desa, sudah sepatutnya kami ikut turun tangan,” ujar Faizal Mustofa, salah seorang tokoh masyarakat, Senin (5/5/2025).
Inisiatif itu juga muncul atas dorongan Kepala Desa Pringgodani, Abdul Malek, yang selama masa kepemimpinannya mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap pembangunan.
Menurutnya, pembangunan fisik tanpa keterlibatan warga hanya akan menghasilkan aset tanpa makna. Dirinya pun bersyukur sikap gotong royong itu masih tertanam.
“Saya bersyukur melihat warga Pringgodani. Terutama di Dusun Sengon. Masih memegang teguh semangat gotong royong. Ini bukan soal jalan saja, tapi tentang membangun rasa saling memiliki,” ujar Abdul Malek.
Di masa jabatannya, Abdul Malek berharap semangat itu terus dirawat. Baginya, warisan terbesar tak hanya infrastruktur yang berdiri, tetapi budaya kebersamaan yang tetap hidup dalam keseharian mayoritas warga yang mempunyai darah Madura itu.
Di Pringgodani, aktivitas seperti itu bukan sekadar musiman. Hal itu telah menjadi nafas kolektif. Terutama bagi komunitas Madura yang dikenal tangguh dan setia pada nilai solidaritas di tengah gempuran modernitas. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

