Harga Pupuk di Kota Batu Mencekik Petani
Saniman petani desa Pandanrejo mengeluhkan mahalnya harga pupuk yang harus ia beli untuk mempertahankan hasil tanamannya dimana harga pupuk urea yang mencapai Rp 40 ribu per 5 kilogram.
KOTA BATU, SJP - Petani di Kota Batu semakin terjepit dengan tingginya harga pupuk non subsidi dan sulitnya akses terhadap pupuk subsidi. Kondisi ini memaksa banyak petani harus mencari cara bertahan, meski beban biaya semakin meningkat.
Saniman, petani Desa Pandanrejo mengeluhkan mahalnya harga pupuk yang harus ia beli untuk mempertahankan hasil tanamannya, di mana harga pupuk urea yang mencapai Rp 40 ribu per 5 kilogram.
"Distribusi pupuk subsidi masih belum merata dan tidak semua petani bisa mengakses. Kalau dulu harganya Rp 90 ribu bisa dapat satu goni pupuk atau sekitar 25 kilogram," urainya.
Meskipun demikian, ia menambahkan, bahwa ketersediaan pupuk yang merata lebih penting dibandingkan sekadar harga murah. Ia menilai akan percuma apabila harga pupuk menjadi terjangkau namun sulit untuk diakses
"Keinginan kami jelas agar pemerintah segera memperbaiki sistem distribusi agar petani kecil tidak semakin tercekik oleh mahalnya pupuk dan kesulitan akses yang terus berulang," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

