Kendalikan Inflasi, Gubernur Jatim Tinjau Pasar Murah dan Borong Produk UMKM di Bojonegoro
Langkah ini disebut bagian dari intervensi strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang penghujung tahun.
BOJONEGORO, SJP — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan Pasar Murah di Pendopo Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (20/12/2025).
Langkah ini disebut bagian dari intervensi strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang penghujung tahun.
Tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB, Gubernur Khofifah memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan serta keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Menurutnya, Pasar Murah merupakan instrumen kunci untuk menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang berdampak langsung terhadap daya beli warga.
"Pasar Murah ini adalah salah satu instrumen strategis kami untuk menjaga stabilitas harga. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjaga, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal agar tetap stabil," tegas Khofifah di sela-sela peninjauan.
Selain memantau harga bahan pokok, Gubernur Khofifah menunjukkan keberpihakannya pada sektor ekonomi kerakyatan dengan memborong sejumlah produk UMKM yang dipamerkan di lokasi.
Produk-produk tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada para pengunjung yang hadir.
"Aksi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha kecil. Kami ingin pelaku UMKM terus tumbuh, sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan harian mereka," tambahnya.
Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur ini disambut antusias oleh warga. Siti Aminah (43), salah satu warga Kecamatan Kapas, mengungkapkan rasa syukurnya atas selisih harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar konvensional.
"Harga di sini sangat membantu kami. Ditambah lagi, kami mendapat jajanan UMKM langsung dari Ibu Gubernur. Ini bantuan yang sangat terasa bagi warga kecil," ujar Siti.
Senada dengan Siti, Sutrisno (50) menilai kehadiran Gubernur dan pelaksanaan Pasar Murah ini merupakan representasi kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga ketahanan ekonomi di tingkat lokal. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

