Asa Hilirisasi Kalium Humat PTBA untuk Kedaulatan Pangan

Kalium Humat merupakan inovasi PTBA yang mengubah paradigma batubara dari sumber energi menjadi sumber kehidupan, dengan memanfaatkan batubara kalori rendah sebagai pembenah tanah yang mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat struktur industri nasional.

05 May 2026 - 22:25
Asa Hilirisasi Kalium Humat PTBA untuk Kedaulatan Pangan
Foto: Momentum simbolisasi panen raya pertanian omplementasi kalium humat dan hilirisasi batubara di Muara Enim, Sumatera Selatan. (Foto: PTBA)

MUARA ENIM, SJP – Di balik riuh mesin tambang yang menggali perut bumi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, tersimpan sebuah narasi besar tentang masa depan energi dan pangan Indonesia.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA), perusahaan pertambangan batubara itu, kini tidak lagi sekadar bicara tentang mengeruk emas hitam, melainkan bagaimana mengolahnya menjadi penyambung hidup para petani melalui inovasi Kalium Humat.

Kalium Humat merupakan inovasi PTBA yang mengubah paradigma batubara dari sumber energi menjadi sumber kehidupan, dengan memanfaatkan batubara kalori rendah sebagai pembenah tanah yang mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat struktur industri nasional.

​Menghidupkan batubara kelas dua, ini bukan isapan jempol. Hingga saat ini, PTBA memayungi sumber daya batubara yang fantastis sebesar 5,72 miliar ton, dengan cadangan yang mencapai 2,88 miliar ton.

​Alih-alih membiarkannya memiliki nilai ekonomi terbatas, PTBA memacu langkah hilirisasi. Dengan cadangan miliaran ton tersebut, perusahaan memastikan pasokan batubara kalori rendah akan terus mengalir stabil sepanjang masa proyek pengembangan produk hilir.

Salah satu yang paling menjanjikan adalah Kalium Humat, produk berbasis karbon mengubah batubara kalori rendah menjadi pupuk organik pembenah tanah, meningkatkan hasil panen hingga 30 persen.

Kalium humat yang kini tengah dikembangkan, menjadi bukti bahwa batubara bisa bertransformasi dari sumber energi menjadi soil conditioner yang memperbaiki struktur tanah.

​Senin (9/3/2026) lalu, di Desa Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, bukti nyata itu terlihat. Lahan sawah seluas 0,8 hektar yang biasanya hanya menghasilkan 3,5 ton gabah, mampu melonjak hingga 4,5 ton melalui implementasi produk hasil hilirisasi ini.

​"Batubara bukan hanya sumber energi yang dibakar habis, tetapi sumber kehidupan yang terpendam," ujar Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, di tengah hamparan padi yang menguning.

Bagi Arsal, penambahan satu ton hasil panen adalah simbol keberhasilan kolaborasi riset dan pengembangan nilai tambah batubara. ​Langkah strategis itupun mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.

Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Muara Enim, Ulil Amri, meyakini bahwa pemanfaatan kalium humat adalah kunci untuk mendorong kesejahteraan petani sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.

Sinergi Menuju Industrialisasi Nasional

​Melalui sinergi antara MIND ID dan PTBA di sisi produksi serta logistik, Indonesia kini memegang kendali atas ketahanan energinya sendiri. Di saat yang sama, industrialisasi batubara ke produk non-energi seperti kalium humat menjadi bukti bahwa kekayaan alam nusantara sanggup menyokong kedaulatan pangan dari akar rumput.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI baru-baru ini, Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengungkap bahwa perusahaan tengah menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan batubara menjadi kalium humat dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 ton per tahun.

Ia menyebut, proyek ambisius yang merupakan hasil kolaborasi riset dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini diharapkan menjadi tulang punggung baru dalam program ketahanan pangan nasional.

​Di sisi lain, bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional, cadangan batubara 2,88 miliar ton itu bukan sekadar angka di laporan tahunan. Itu adalah jaminan bahwa inovasi akan terus tumbuh, dan perut bumi akan terus memberi makan bagi mereka yang setia merawat sawahnya. (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow