Harga Kacang Tanah di Kota Blitar Meroket, Tembus Rp40 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Penjualan Menurun

Harga kacang tanah di Kota Blitar terpantau terus melambung tinggi dan saat ini tembus Rp40.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya seharga Rp29.000-Rp30.000 per kilogram.

15 Dec 2025 - 20:48
Harga Kacang Tanah di Kota Blitar Meroket, Tembus Rp40 Ribu per Kilogram, Pedagang Keluhkan Penjualan Menurun
Didik Santoso salah satu pedagang kacang tanah di Pasar Legi Kota Blitar. (Foto:Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, harga kacang tanah di pasar tradisional Kota Blitar terpantau meroket.

Seperti di Pasar Legi, Kota Blitar, harga kacang tanah tembus Rp40.000 per kilogram. Sedangkan sebelumnya, harga kacang tanah normalnya Rp29.000-Rp30.000 per kilogramnya.

Salah satu pedagang di Pasar Legi, Kota Blitar bernama Didik Santoso mengatakan kenaikan ini terjadi sejak 10 hari terakhir dan sampai saat ini terus meroket hingga menembus Rp40.000 per kilogram.

"Sebelumnya masih Rp20 ribuan, naiknya pelan-pelan dan sekarang sudah Rp40.000 per kilogram untuk kacang tanah," kata dia, Senin (15/12/2025).

Kenaikan harga kacang tanah ini dipicu oleh menurunnya pasokan dari petani. Menurut Didik, banyak petani yang tidak lagi menanam kacang tanah dan hasilnya panen berkurang hingga stok di pasaran menipis.

Secara tidak langsung, kondisi ini juga berdampak langsung pada penjualan. Omzet penjualan di tokonya juga menurun signifikan. Biasanya per hari bisa menjual 20 kilogram, sekarang hanya mampu menjual 10 kilogram kacang tanah.

"Kalau harga naik otomatis penjualan turun, pelanggan jadi mengurangi jumlah kacang tanah yang dibeli, karena mahal," ujarnya.

Ia menambahkan untuk harga kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil. Bahkan ada beberapa yang terpantau harganya mulai mengalami penurunan.

Seperti harga bawang merah mulai turun menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan sebelumnya sempat menyentuh angka Rp52.000 per kilogram.

"Ada beberapa yang harganya mulai turun dan juga stabil. Menjelang Nataru ini, kondisi pasar mulai rame dan banyak pembeli datang," imbuhnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow