Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp130 Ribu, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama
Waduh, awal Ramadhan tahun ini disambut dengan "pedasnya" harga bumbu dapur di Kota Probolinggo! Cabai rawit terpantau naik drastis menyentuh angka Rp130.000/kg di Pasar Baru. Gak cuma cabai, bawang merah dan bawang putih juga ikut-ikutan naik tipis
KOTA PROBOLINGGO, SJP - Memasuki fase awal bulan suci Ramadan 2026, masyarakat Kota Probolinggo dihadapkan pada lonjakan harga kebutuhan pokok yang cukup signifikan.
Komoditas yang paling terdampak adalah cabai rawit, yang harganya kini meroket di kisaran Rp110.000 hingga Rp130.000 per kilogram.
Kenaikan drastis ini menjadi beban tambahan bagi konsumen maupun pedagang di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan puasa.
Berdasarkan pengamatan di Pasar Baru, tren kenaikan ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak empat hari sebelum Ramadan.
Harga yang awalnya merangkak di angka Rp80.000 terus melambung hingga menyentuh titik tertinggi saat ini. Kondisi ini telah berlangsung stabil di level harga tinggi selama sepekan terakhir tanpa menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Afan Nurahmad, seorang pedagang asal Kebonsari Kulon, mengungkapkan, kelangkaan stok menjadi penyebab utama di balik mahalnya harga "si pedas" ini.
Faktor cuaca, khususnya intensitas hujan yang sangat tinggi, membuat banyak lahan pertanian cabai di Probolinggo hingga Surabaya mengalami gagal panen atau penurunan kualitas produksi secara massal.
“Jadi harga cabai rawit yang melambung tinggi ini bertahan sampai saat ini, dan terhitung sudah seminggu harga ini tidak berubah,” ujar Afan Nurahmad saat memberikan keterangan pada Sabtu (21/2/2026).
Ia juga menambahkan, Untuk harga cabai rawit ini masih belum tahu apakah akan turun atau malah naik, mengingat saat ini stoknya masih sedikit.
Dampak dari tingginya harga ini sangat dirasakan pada pola belanja masyarakat. Suliana, pedagang di Jalan Mastrip, menyebutkan bahwa konsumen kini cenderung membeli dalam jumlah yang sangat terbatas, seperti hanya beberapa ons saja. Hal ini memaksa para pedagang untuk mengurangi jumlah kulakan agar tidak merugi jika barang tidak habis terjual.
“Karena musim hujan ini harga cabai rawit naik, dan pengaruhnya juga bagi pembeli yang hanya membeli seperempat kilo atau beberapa ons saja,” ungkap Suliana.
Tak hanya cabai rawit, beberapa bumbu dapur lainnya juga kompak mengalami kenaikan harga. Cabai besar naik menjadi Rp35.000 dari sebelumnya Rp30.000. Bawang merah mengalami lonjakan dari Rp30.000 ke angka Rp40.000 per kilogram, disusul bawang putih yang kini dibanderol Rp35.000 per kilogram.
Rentetan kenaikan harga ini diharapkan dapat segera diantisipasi oleh pihak terkait agar stabilitas pangan selama Ramadhan tetap terjaga. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

