Libur Imlek 2026, Okupansi Hotel di Malang Capai 60 Persen
Tingkat hunian hotel di Kota Malang selama libur Imlek 2026 mencapai 60 persen. PHRI Kota Malang mencatat peningkatan okupansi sejak awal Februari berkat momentum libur nasional dan berbagai event.
MALANG, SJP – Tingkat hunian hotel di Kota Malang, Jawa Timur, selama libur Imlek 2026 tercatat mencapai 60 persen. Capaian tersebut disampaikan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, yang mencatat peningkatan okupansi mulai terasa sejak awal Februari.
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menyebut lonjakan hunian hotel sebenarnya sudah terlihat bahkan sebelum perayaan Imlek berlangsung.
“Februari awal memang terlihat ada peningkatan karena berkaitan dengan event-event yang diadakan oleh pemerintah kota dan masyarakat. Ditambah lagi adanya libur nasional, Valentine, dan Imlek,” ujar Agoes, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, sejak awal Februari tingkat hunian hotel di Kota Malang rata-rata berada di angka 60 persen. Pada akhir pekan, okupansi bahkan dapat menembus 70 persen.
“Untuk libur Imlek, okupansi rata-rata masih 60 persen,” tegasnya.
Kondisi ini menandakan sektor perhotelan di Kota Malang mulai menunjukkan tren stabil setelah sempat mengalami penurunan pada pekan kedua Januari 2026.
Agoes mengungkapkan, rendahnya okupansi pada Januari berhasil diatasi berkat berbagai inovasi dan strategi promosi yang dilakukan pelaku usaha hotel dan restoran. Program-program khusus disiapkan untuk menyesuaikan momentum perayaan dan musim liburan sepanjang tahun.
“Teman-teman dunia pariwisata, khususnya hotel dan restoran, membuat berbagai kreasi menyesuaikan momen, seperti Valentine, Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri,” jelasnya.
Memasuki Ramadan, tarif atau rate kamar biasanya mengalami penyesuaian dengan penurunan harga. Namun untuk menjaga pendapatan, hotel-hotel menawarkan paket berbuka puasa atau iftar dengan konsep menarik.
Menurut Agoes, tren masyarakat saat ini menunjukkan peningkatan minat berbuka puasa di luar rumah, termasuk di hotel dan restoran.
“Trennya memang masyarakat sekarang kalau berbuka puasa itu di luar. Restoran dan hotel sudah mulai menjadi pilihan utama untuk kegiatan buka puasa bersama,” pungkasnya.
Dengan strategi promosi yang adaptif serta dukungan berbagai agenda pada Februari, sektor perhotelan di Kota Malang optimistis mampu mempertahankan tingkat okupansi tetap stabil hingga memasuki Ramadan dan Idulfitri 2026. (**)
Sumber: Berita Satu.Com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

