Harga Cabai Anjlok, Daging Stabil Jelang Awal Tahun

Kondisi ini dinilai cukup menguntungkan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan harian, sekaligus menjadi indikator stabilnya distribusi bahan pokok di Kota Batu awal 2026

09 Jan 2026 - 21:02
Harga Cabai Anjlok, Daging Stabil Jelang Awal Tahun
Misnatin saat memeriksa kondisi dagangannya (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Harga sejumlah bahan pangan utama di pasar tradisional Kota Batu mengalami penurunan signifikan dalam sebulan terakhir. Penurunan paling tajam terjadi pada komoditas cabai, sementara harga daging cenderung stabil.

Berdasarkan pantauan harga terbaru dari Suarajatimpost.com pada Jumat (9/1/2026) harga cabai merah besar kini dijual Rp30 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp38 ribu per kilogram, dan cabai rawit Rp36 ribu per kilogram.

Angka tersebut turun drastis dibandingkan sebulan lalu, di mana cabai merah besar mencapai Rp61 ribu, cabai merah keriting Rp63 ribu, dan cabai rawit sempat menembus Rp75 ribu per kilogram.

Pedagang cabai Pasar Temas, Misnatin menyebut turunnya harga dipicu oleh melimpahnya pasokan dari petani. Memasuki musim panen, distribusi cabai ke pasar kembali lancar setelah sebelumnya terganggu faktor cuaca.

“Sekarang barang banyak, kiriman lancar. Kalau stok melimpah, otomatis harga turun,” ujarnya.

Selain itu, daya beli masyarakat yang cenderung normal pasca-libur panjang juga turut menahan lonjakan harga. Permintaan tidak setinggi periode akhir tahun, sehingga pedagang menyesuaikan harga agar barang cepat terjual.

Sementara itu, harga daging sapi terpantau stabil di angka Rp120 ribu per kilogram, sama seperti sebulan lalu. Berbeda dengan daging ayam yang justru mengalami penurunan dari Rp37 ribu menjadi Rp33 ribu per kilogram.

Pedagang daging Agus Sunarko mengatakan stabilnya harga daging sapi dipengaruhi oleh pasokan yang relatif seimbang dengan permintaan. Sedangkan penurunan harga daging ayam, menurut Agus, disebabkan melimpahnya produksi peternak setelah kebutuhan tinggi saat libur akhir tahun mereda.

“Untuk sapi memang tidak banyak perubahan. Stok dan pembeli seimbang, jadi harga cenderung bertahan. Sedangkan untuk ayam banyak keluar kandang, sementara permintaan turun. Jadi harga ikut menyesuaikan,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow